Yamaha

Dikritik, Soal Kebijakan WhatsApp Berbagi Data ke Facebook. Anda Setuju atau Tidak?

  Senin, 11 Januari 2021   Budi Cahyono
WhatsApp mengambil kebijakan akan berbagi data dengan Facebook. (dok)

WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM –  Pengguna aplikasi WhatsApp dihebohkan dengan kebijakan wajib yang diinformasikan bahwa data mereka akan dibagikan dengan Facebook dan perusahaan lain. Jika tidak, akun pengguna WhatsApp akan dihapus.

Kebijakan akan menjadi persyaratan wajib untuk disetujui setelah 8 Februari. Tentu saja kebijakan baru dari WhatsApp tersebut mendapatkan reaksi dari pengguna WhatsApp di seluruh dunia. Mereka ramai-ramai mulai menggunakan Telegram sebagai alternatif atau aplikasi lainnya.

Kritikan terhadap kebijakan ini disampaikan tokoh terkemuka, termasuk Elon Musk yang mendesak masyarakat untuk pindah ke Signal. Platform tersebut mengalami lonjakan besar dalam pendaftaran pengguna baru.

Dilansir dari Neowin, Minggu (10/1/2021), sekarang tim media sosial Microsoft juga mencemooh kegagalan tersebut dan merekomendasikan agar pengguna berpindah ke Skype.

Dalam tweet dari akun Skype resmi, Microsoft telah mengatakan Skype menjaga data pribadi pengguna agar tetap pribadi dan tidak membagikannya dengan pihak ketiga.

“Skype menghormati privasi Anda. Kami berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan data pribadi Anda dan tidak menjual kepada pihak ketiga,” ujar Microsoft melalui akun Twitter.

AYO BACA : Pesan WA Belum Dibaca Sudah Dihapus, Begini Trik Membacanya

Terlepas dari semua serangan balik, tampaknya agak tidak mungkin bahwa WhatsApp akan membalikkan arah. Perusahaan mungkin mengantisipasi umpan balik ini dan kemungkinan besar akan mereda dalam beberapa pekan ke depan.

Ultimatum WhatsApp

WhatsApp memberlakukan kebijakan provasi baru. Pada pemberitahuan yang diumumkan belum lama ini, Whatsapp akan berbagi data dengan Facebook.

Whatsapp telah memberikan ultimatum pada dua miliar lebih penggunanya untuk setuju membagikan data pribadi mereka dengan jejaring sosial. Jika tidak, akun Whatsapp pengguna akan dihapus.

Persyaratan tersebut disampaikan melalui peringatan dalam aplikasi yang mengarahkan pengguna untuk menyetujui perubahan besar dalam persyaratan layanan WhatsApp.

Mereka yang tidak menyetujui kebijakan privasi yang diubah selambat-lambatnya 8 Februari tidak akan dapat lagi menggunakan aplikasi tersebut. Untuk catatan, kebijakan ini tidak berlaku di Uni Eropa dan Inggris.

AYO BACA : Ingin Lakukan Panggilan Video 8 Orang via WhatsApp, Ini Caranya

Beberapa data yang dikumpulkan WhatsApp meliputi, nomor telepon pengguna, nomor telepon orang lain yang disimpan di buku alamat, nama profil, gambar profil, pesan status termasuk saat pengguna terakhir online, dan data diagnostik dikumpulkan dari log aplikasi.

Di bawah ketentuan baru, Facebook berhak untuk membagikan data yang dikumpulkan dengan keluarga perusahaannya.

“Sebagian bagian dari keluarga perusahaan Facebook, WhatsApp menerima informasi dari, dan berbagi informasi dengan keluarga perusahaan ini,” kebijakan privasi baru menyatakan.

“Kami dapat menggunakan informasi yang kami terima dari mereka dan mereka dapat menggunakan informasi yang kami bagikan dengan mereka, untuk membantu mengoperasikan, menyediakan, meningkatkan, memahami, menyesuaikan, mendukung dan memasaran layanan kami dan penawaran mereka”.

Dalam beberapa kasus, seperti ketika seseorang menggunakan WhatsApp untuk berinteraksi dengan bisnis pihak ketiga, Facebook juga dapat berbagi informasi dengan entitas luar tersebut.

Dilansir dari Arstechnica, pada Jumat (8/1/2021)  tak lama setelah Facebook mengakuisisi WhatsApp seharga 19 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2014, pengembang Whatsapp membangun enkripsi end-to-end yang canggih ke dalam aplikasi perpesanan.

Langkah tersebut dipandang sebagai kemenangan bagi para pendukung privasi karena menggunakan Signal Protocol, skema enkripsi sumber terbuka yang kode sumbernya telah ditinjau dan diaudit oleh sejulah pakar keamanan independen.

Pada 2016, WhatsApp memberi pengguna kemampuan satu kali untuk tidak menyerahkan data akun ke Facebook. Sekarang kebijakan privasi yang diperbarui mengubah itu. Bulan depan, pengguna tidak lagi memiliki pilihan itu.

AYO BACA : Facebook Pertimbangkan Pasang Iklan di WhatsApp

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar