Yamaha

Ditangkap Polisi, Begini Modus Penipuan Bos Grab Toko yang Raup Untung Rp17 Miliar

  Rabu, 13 Januari 2021   Budi Cahyono
Ilustrasi kejahatan siber [Shutterstock].

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Pemilik PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra berhasil ditangkap polisi setelah melakukan penipuan online kepada ratusan korban.

Bos Grabtoko tersebut ditangkap di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (9/1/2021) terkait kasus penipuan online yang mencapai Rp17 miliar.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkap modus yang digunakan Yudha Manggala Putra tersebut. Tersangka diduga menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk mata uang kripto.

Upaya putar duit Yudha Manggala Putra lewat investasi mata uang kripto akan diproses oleh polisi dalam berkas terpisah.

AYO BACA : Tertipu Online Shop Nakal, Begini Cara Melaporkannya

"Telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang melakukan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi eletronik, tindak pidana transfer dana atau pencucian uang," kata Listyo kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Dalam melancarkan aksi kejahatannya, Yudha melibatkan pihak ketiga selaku pembuat website belanja online atau daring. Selanjutnya, mereka menggunakan modus menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga murah.

"Ada 980 konsumen yang pesan barang, tapi hanya sembilan yang menerima barang," beber Listyo.

Selain itu, Yudha juga diketahui menyewa sebuah kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

AYO BACA : Cermati dan Teliti! Ini 5 Tanda Akun Online Shop Tipu-tipu di Instagram

Dia merekrut enam pegawai yang berperan menangani konsumen yang mengeluhkan apabila barang yang dibelinya tak kunjung datang.

Listyo menyebut enam pegawai Yudha tersebut selalu menggunakan dalih meminta waktu tambahan pengiriman terhadap konsumen yang mengeluh. Meski pada akhirnya barang tersebut tak pernah dikirimnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya handphone, laptop, simcard, KTP, dan buku tabungan.

Atas perbuatannya, tersangka Yudha yang telah berstatus tersangka itu dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

"Rencana tindak lanjut membawa tersangka ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mempersiapkan administrasi penyidikan dan melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti," pungkas Listyo.

AYO BACA : Heboh Minta Sumbangan Covid-19 di FB, Ini Klarifikasi Bupati Bekasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar