Yamaha

Warga DKI Mau Divaksin Covid-19 karena Tak Punya Pilihan

  Kamis, 14 Januari 2021   Aini Tartinia
ilustrasi covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Program vaksinasi Covid-19 yang resmi dilakukan mulai kemarin ternyata masih diragukan sejumlah warga DKI Jakarta.

Banyak dari mereka yang mengaku takut sekaligus tak punya pilihan selain mengikuti aturan pemerintah. Salah satunya diungkapkan Mawar, bukan nama sebenarnya, yang merupakan pegawai Pemprov DKI.

“Mau enggak mau ya harus mau kalau memang sudah diwajibkan dari pemerintah meski sebenarnya vaksin itu masih banyak perdebatan,” katanya kepada Ayojakarta, Kamis (14/1/2021).

Wanita berusia 26 tahun itu menilai bahwa pemerintah belum menciptakan wadah atau kanal-kanal resmi penyedia informasi terkait vaksin Covid-19 yang objektif dan berbasis data. Hal inilah yang memicu keraguan di masyarakat.

“Terlalu terburu-buru menurut saya untuk saat ini. Memangnya, informasi vaksin itu sudah benar-benar sampai ke masyarakat? Saya hanya tahu dari beberapa berita dan itu berubah-ubah,” ujarnya.

Senada dengan Mawar, warga DKI lainnya, Rahmadi juga mengaku terpaksa mengikuti aturan pemerintah yang mewajibkan vaksinasi Covid-19.

“Enggak punya pilihan ya mau ajalah daripada kena denda atau dipenjara,” kata dia.

Soal efek samping yang berpotensi ditimbulkan, pria 25 tahun itu mengaku tak khawatir. Menurutnya, reaksi setelah vaksin memang biasa terjadi sebagai bentuk penyesuaian di dalam sistem tubuh.

“Biasa aja (tidak khawatir). Sama saja sepertinya, kita dulu pas kecil juga pernah divaksin kan. Palingan demam. Pokoknya, sejauh kata pemerintah bilang aman ya sudah jalani saja,” ujarnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menerapkan instrumen hukum bagi warganya yang menolak untuk divaksin.

Peraturan Daerah No.2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 yang ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut setiap orang yang dengan sengaja menolak vaksin akan dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5 juta.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar