Yamaha

Soal Artis Masuk PAN, Pengamat: PAN dalam Kegundahan Persaingan

  Selasa, 19 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Logo PAN (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN), Zulkifli Hasan, mengangkat Denny Wahyudi yang akrab disapa Denny Cagur sebagai juru bicara DPP PAN.

Sahabat dari Raffi Ahmad ini menjadi jubir PAN bersama dua politikus senior PAN lainnya, yaitu Viva Yoga Mauladi dan Saleh P Daulay.

Fenomena tersebut membuat Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, angkat bicara. Menurutnya, masuknya kalangan artis terjun di kancah politik praktis karena pemilu dimaknai sekadar menang kalah.

AYO BACA : Polisi Sebut Pesta yang Dihadiri Raffi Ahmad Tak Langgar Protokol Kesehatan

Fenomena bergabungnya artis komedian papan atas Denny Cagur ke PAN bukan hal baru. Ini adalah fenomena politik selebritas yang sudah terjadi bertahun-tahun.

Denny Cagur hanya menambah deretan nama artis yang bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN). Karyono menuturkan, yang paling penting untuk dikaji adalah fenomena politik yang mengandalkan popularitas artis.

"Hal itu menandakan PAN dan juga partai lainnya semakin terjebak dalam situasi politik instan yang sekadar mementingkan popularitas demi kepentingan politik elektoral," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Selasa (19/1/2021).

AYO BACA : Harapan Pimpinan DPRD kepada Sekda DKI Marullah Matali

Di satu sisi, kata dia, hal ini menunjukkan PAN semakin gamang dalam menghadapi kompetisi pemilu ke depan. Terlebih lagi, Karyono mengingatkan bahwa pendiri PAN, Amien Rais, sudah mendirikan partai UMMAT yang tentu saja menjadi salah satu pesaing PAN pada pemilu yang akan datang.

Di sisi lain, Karyono menyadari bahwa ada kegundahan pimpinan PAN yang bisa dipahami, karena mereka tidak ingin PAN semakin tenggelam dan menjadi partai gurem.

"Tetapi sayangnya, hampir semua partai lebih memilih jalan pintas dan instan dalam menjaga dan meningkatkan perolehan suara, yaitu cukup merangkul para artis untuk bergabung di partai. Langkah ini memang cukup membantu, minimal mempertahankan suara PAN di tengah kompetisi sengit antar partai," jelas dia.

Karyono mencermati PAN merekrut kalangan artis bukan kali ini saja, melainkan sudah dilakukan sejak periode kepemimpinan sebelumnya. Deretan nama artis semakin banyak di era kepemimpinan Sutrisno Bachir, dilanjutkan Hatta Rajasa hingga Zulkifli Hasan.

"Dalam iklim demokrasi elektoral yang didorong oleh hasrat untuk mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya, maka figur artis cukup efektif untuk dikapitalisasi sebagai vote getter, meskipun pengaruhnya bervariasi dalam mendongkrak suara. Tapi minimal dapat menjadi pengepul suara di setiap perhelatan pemilu," ungkap Karyono.

AYO BACA : Tegas! Satpol PP Jakut Bubarkan Resepsi Pernikahan di Koja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar