Yamaha

Penyintas Covid-19 Tak Ikuti Vaksinasi, Ini Penjelasannya

  Rabu, 20 Januari 2021   Budi Cahyono
[ilustrasi] Penyintas Covid-19 sudah memiliki antibodi sehingga tidak perlu divaksin. (Ayojakarta/Budi Cahyono)

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Vaksinasi Covid-19 akan dilakukan pada seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Namun, ada juga orang yang tak masuk dalam vaksinasi dengan beberapa pengecualian.

Kepala Divisi Penyakit Infeksi dan Tropis Anak, Depertemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, Dominicus Husada menjelaskan, salah satu faktor individu yang tak perlu menerima vaksinasi adalah penyintas Covid-19. Ia menegaskan orang yang pernah menderita Covid-19 tak perlu divaksinasi lantaran sudah memiliki antibodi.

Dominicus menegaskan, ada pertimbangan lainnya pula. Antara lain, jumlah vaksin yang terbatas juga menjadi faktor lain tak perlu dikakukannya vaksinasi terhadap penyintas Covid-19.

AYO BACA : Sepekan PSBB Ketat Jakarta, Ribuan Pelanggar Prokes Ditindak Satpol PP

“Karena, dianggap sudah memiliki antibodi, jadi tidak perlu (vaksinasi)," terang Dominicus, Rabu (20/1/2021).

"Untuk apa dibangkitkan, antibodinya kan sudah ada,” imbuh dia.

Sebenarnya, tegas Dominicus, tak mempersoalkan vaksinasi terhadap pemyintas Covid-19. Dia beranggapan, hal tersebut tak akan membahayakan bagi para penyintas. Bisa jadi, aman-aman saja. Justru, Domincus menilai bisa meningkatkan antibodinya.

AYO BACA : UPDATE COVID-19 DKI: Kasus Positif Tambah 2.563

“Tidak perlu cemas jika ternyata pernah terinfeksi COVID-19 dan terlanjur divaksin," anjur Dominicus.

Dominicus menerangkan, pada dasarnya sistem imun tubuh sesorang akan aktif ketika pertama kali terkontaminasi virus yang terdeteksi dari Wuhan, Tiongkok itu.

Menurutnya, dalam sistem imun penyintas ada salah satu komponen yang berfungsi sebagai mengingat. Sehingga, bila satu waktu virus serupa menyerang, maka bagian ingatan yang ia maksud akan membangkitkan sistem imun.

"Itu baik-baik saja, tidak perlu takut. Malah bisa jadi tambah bagus, karena menjadi seperti booster,” tuturnya saat dalam keterangan tertulis yang diterima AyoSurabaya, Selasa (19/1/2021) malam. (Praditya)

AYO BACA : Kasus Covid-19 Naik Terus, Kapasitas Rumah Sakit Covid-19 Jakarta Tersisa 13 Persen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar