Yamaha

90 Orang Meninggal Akibat Gempa di Sulawesi Barat, Diduga Masih Ada Tertimbun Longsor

  Rabu, 20 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi Gempa (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Saidar Rahmanjaya, SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Sulawesi Barat mengatakan sampai dengan Selasa (19/1/2021) sebanyak 90 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi setelah gempa 6,2 magnitudo mengguncang wilayah setempat.

"Total menjadi 90 orang meninggal dunia," ungkap Saidar dalam keterangan di website BNPB, Rabu (20/1/2021).

Saat ini, Basarnas masih mengupayakan pencarian korban yang dipusatkan di 20 sektor dan 12 titik prioritas yang ada di empat kelurahan, yakni Kelurahan Binanga, Kelurahan Rimuku, Kelurahan Karema dan Kelurahan Simboro.    

Sebanyak tujuh tim diturunkan untuk melakukan pencarian korban, dengan rincian lima tim dikerahkan di Kabupaten Mamuju dan dua tim lainnya berada di Kabupaten Majene.  

Basarnas juga melaporkan adanya tiga korban yang diduga masih tertimbun longsor di daerah Malunda, Majene yang hingga pukul 16.00 waktu setempat ketiga korban masih belum ditemukan.

“Kami akan terus berupaya melakukan pencarian besok," ujarnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan bantuan kepada korban gempa Sulawesi Barat. 

Bantuan tersebut adalah 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu, dan 30 unit Genset 5 KVA

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar