Yamaha

Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Catat Rekor Tertinggi Lagi, Waspada Klaster Keluarga Ya! (20 Januari 2021)

  Kamis, 21 Januari 2021   Eries Adlin
Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Catat Rekor Tertinggi Lagi, Waspada Klaster Keluarga Ya! (20 Januari 2021)/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Rekor penambahan kasus baru Covid-19 per hari di DKI Jakarta kembali terjadi kemarin, Rabu 20 Januari 2021. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta melansir data tentang peningkatan pasien yang berasal dari klaster keluarga

Selama 24 jam sampai dengan Rabu pukul 12.00 WIB, menurut data Kementerian Kesehatan, terjadi penambahan kasus baru Covid-19 di Ibu Kota sebanyak 3.786 kasus.

Catatan tersebut merupakan rekor tertinggi semenjak pasien pertama yang terpapar virus Corona diumumkan pemerintah pusat pada 2 Maret 2020.

“Namun, penambahan 3.786 kasus itu lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 885 kasus dari 1 RS BUMN dalam 3 hari terakhir dan 1 RS TNI dalam 7 hari terakhir yang baru dilaporkan,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Rabu 20 Januari, dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta.

Sebaran kasus harian berdasarkan data kemarin, terdiri dari Jakarta Timur sebanyak 733 kasus, Jakarta Selatan 615 kasus, Jakarta Barat 677 kasus, Jakarta Utara 369 kasus, Jakarta Pusat 185 kasus, Kep. Seribu sebanyak 5 kasus. Ada juga kasus terdaftar yang beralamat di luar DKI Jakarta sebanyak 277 kasus (7%) dan alamat tidak dilaporkan sebanyak 925 kasus (24%).

Dwi menuturkan berdasarkan data yang dihimpun dari tanggal 11 – 17 Januari 2021, proporsi klaster keluarga terus meningkat dari pekan-pekan sebelumnya, yaitu 44%, dari sebelumnya 40%, 41%, dan 43%. Sementara itu, klaster perkantoran menurun, yaitu 2,7%.

Pascalibur Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), tanggal 3-17 Januari 2021, tercatat sudah ada 442 klaster keluarga dengan 1.241 kasus positif yang mayoritas melakukan perjalanan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Banten, rata-rata dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Adapun puncak penambahan kasus efek libur Nataru (efek langsung / generasi pertama) diprediksi 14 hari sesudah libur, yakni pada 17 Januari - 31 Januari 2021. Untuk itu, perlu diwaspadai adanya peningkatan pada klaster keluarga.

Dwi mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan perilaku 3M dan menghindari kerumunan. Selain itu, perlu juga mengingatkan sesama agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

Bagi warga yang sudah memiliki hasil positif dari pemeriksaan Covid-19 dapat menghubungi Puskesmas terdekat untuk dapat ditentukan kondisi keluhannya. Bagi pasien tanpa keluhan dan keluhan ringan, diarahkan isolasi mandiri atau isolasi terkendali. Bagi pasien dengan keluhan sedang, berat dan kritis akan diarahkan rawat di RS dan Puskesmas dapat membantu mencarikan rujukan.

“Atau, apabila warga kesulitan, dapat menghubungi Posko Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta 24 jam di nomor 112 atau kontak 081 112 112 112,” ungkapnya.

Untuk jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 2.009 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 21.224 (orang yang masih dirawat / isolasi). Sementara itu, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai dengan kemarin sebanyak 236.075 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 210.983 dengan tingkat kesembuhan 89,4%, dan total 3.868 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 16,7%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,7%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta hingga 19 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan rincian sebagai berikut:

A. PERORANGAN (Tidak Memakai Masker)

- Kerja Sosial = 2.046

- Denda = 47

- Jumlah = 2.093

B. RESTORAN / RUMAH MAKAN

- Denda   = 1

- Penghentian Sementara Kegiatan  = 19

- Pembubaran dan Teguran Tertulis = 91

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak Ditemukan Pelanggaran = 551

- Jumlah = 662

C. PERKANTORAN, TEMPAT USAHA, TEMPAT INDUSTRI

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 Jam  = 1

- Teguran Tertulis = 39

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak Ditemukan Pelanggaran = 382

- Jumlah = 422

• NILAI DENDA

- Perorangan = Rp8.400.000

- Tempat Usaha Makan Minum / Restoran / rumah Makan = Rp1.000.000

- Tempat Kerja / Kantor    / Tempat Industri = Rp.  -

- Jumlah = Rp9.400.000

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi Covid-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.

Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar