Yamaha

Tiga Hari Lagi, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus Angka 1 Juta Kasus!

  Sabtu, 23 Januari 2021   Eries Adlin
Tiga Hari Lagi, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus Angka 1 Juta Kasus!/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Total konfirmasi kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka 965.283 kasus sampai dengan kemarin, Jumat 22 Januari 2021.

Sementara itu, selama 24 jam sampai dengan pukul 12.00 WIB kemarin, terjadi penambahan 13.632 kasus baru di seluruh Indonesia. Data tersebut meneruskan tren penambahan kasus harian yang rata-rata selalu di atas angka 10 ribu sejak 8 Januari.

Dengan mengikuti tren tersebut, maka kasus positif Covid-19 di Indonesia bisa melewati angka 1 juta kasus dalam waktu tiga atau empat mendatang.

Indonesia mengumumkan pasien pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020. Dengan begitu, konfirmasi sejuta kasus orang yang terpapar virus Corona terjadi hanya dalam waktu kurang dari 11 bulan.

Untuk menekan penyebaran Covid-19 yang terlihat meningkat pada awal tahun 2021, pemerintah merilis Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Jawa dan Bali. Yang paling anyar, pemerintah memperpanjang penerapan PPKM sampai dengan 8 Februari.

Menurut Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), tren perkembangan peta zonasi risiko untuk Pulau Jawa dan Bali dalam kurun waktu 4 minggu terakhir belum membawa perubahan signifikan. Namun, masih diharapkan PPKM Jawa - Bali yang telah diperpanjang hingga 8 Februari dapat menunjukkan hasil yang baik.

Melihat pada tren perkembangannya di Pulau Jawa dan Bali, per 27 Desember 2021, zona merah sebanyak 41 kabupaten dan kota. Sempat mengalami penurunan zona merah atau risiko tinggi pada 3 Januari 2021. Dari 41 menjadi 32 kabupaten dan kota.

Namun jumlahnya kembali meningkat pada minggu setelahnya pada 10 Januari 2021 menjadi 39 kabupaten dan kota dan seterusnya naik menjadi 52 kabupaten dan kota.

“Ini berarti hampir setengah zona merah di Indonesia berasal dari Pulau Jawa dan Bali. Sebagai informasi, zona merah di Indonesia saat ini berjumlah 108 kabupaten dan kota," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis (21 Januari 2021).

Lalu, jika melihat lebih dekat di 73 kabupaten dan kota yang wajib menerapkan PPKM Jawa - Bali, per 17 Januari 2021, ada 39 kabupaten/kota dalam zona merah, sebanyak 30 kabupaten dan kota zona oranye atau risiko sedang, dan 4 kabupaten dan kota zona kuning. Khusus zona merah dan oranye terlihat meningkat dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

“Hal ini menandakan bahwa kebijakan intervensi pembatasan kegiatan di Pulau Jawa dan Bali, masih harus terus dioptimalkan. Kita masih memiliki harapan besar pada intevensi pembatasan kegiatan ini,” ujar Wiku.

Sebagai bentuk intervensi, PPKM membutuhkan waktu agar hasilnya bisa terlihat pada minggu ketiga sejak intervensi dilakukan. Dengan menerapkannya secara disiplin dan serius, maka peta zonasi risiko akan bergeser kearah yang lebih baik.

“Apabila tidak, maka kita akan terus memperpanjang periode pembatasan kegiatan ini terus menerus agar menjadi efektif sampai waktu yang tidak bisa diprediksi,” lanjut Wiku.

Kunci untuk memperbaiki penanganan Covid-19, menurut Satgas Covid-19, adalah dengan meningkatkan PCR di laboratorium dan memperluas cakupan penelusuran kontak erat.

Bagi daerah yang masih kesulitan menggunakan pemeriksaan PCR, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan rapid test antigen terlebih dahulu sebagai upaya screening dan mendeteksi secara dini dan berdampak mencegah penularan.

Berjalan seiringan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga menjadi kunci keberhasilan meningkatkan kesembuhan dan mencegah kematian.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar