Yamaha

200 Personel Gabungan Gelar Simulasi Penanggulangan Banjir di Kalimalang

  Minggu, 24 Januari 2021   Aini Tartinia
Kegiatan simulasi penanggulangan banjir di Kalimalang/dok: beritajakarta.id

DUREN SAWIT, AYOJAKARTA.COM -- Ratusan personel gabungan menggelar simulasi penanggulangan bencana banjir di Kalimalang, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Latihan digelar dalam rangka penanggulangan bencana banjir di Jakarta Timur

Lima perahu karet digunakan petugas saat latihan evakuasi korban banjir untuk dibawa ke posko pengungsian. Termasuk korban banjir yang diduga positif Covid-19 dievakuasi petugas Gulkarmat yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Korban banjir juga diberikan makanan siap saji dan minuman yang disiapkan petugas Sudin Sosial Jakarta Timur.

Petugas Tagana juga menyiapkan kursi roda untuk evakuasi warga korban banjir yang tidak bisa jalan sendiri usai diturunkan dari perahu karet.

AYO BACA : Langgar Aturan PSBB Ketat, Kafe dan Hotel di Pinang Ranti Jaktim Disegel

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, simulasi penanggulangan bencana digelar secara gabungan melibatkan sekitar 200 personel unsur tiga pilar.

Alhasil, semua pihak terkait saat terjadi bencana bisa langsung berbuat sesuai SOP. Mereka tidak lagi bingung dan tak saling menunggu atau saling mengandalkan satu sama lain.

"Simulasi antisipasi banjir dilakukan di Cipinang Melayu karena di sini termasuk daerah langganan banjir. Maka, kita lakukan simulasi dan antisipasi sekaligus evakuasi korban banjir," ujar Anwar, dilansir beritajakarta.id, Sabtu (23/1/2021) malam.

Menurutnya, saat terjadi banjir, personel yang dikerahkan bisa mencapai 2.000 lebih personel. Terdiri dari unsur jajaran pemerintah kota beserta UKPD terkait didukung dari TNI/Polri.

AYO BACA : Kalimalang Banjir, Akses Jakarta ke Bekasi Tak Bisa Dilewati

Menurutnya, saat terjadi banjir, personel yang dikerahkan bisa mencapai 2.000 lebih personel. Terdiri dari unsur jajaran pemerintah kota beserta UKPD terkait didukung dari TNI/Polri.

Kemudian, karena saat ini masih masa pandemi, penanganan harus beda. Saat ada pengungsi, korban banjir dari lansia, orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 harus dipisah agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan menambahkan pihaknya akan berkolaborasi dengan jajaran Pemkot Jakarta Timur dan Kodim untuk bersama-sama membantu warga dalam mengatasi setiap masalah termasuk bencana banjir. Pihaknya juga bersama-sama dalam memetakan titik rawan banjir/genangan di wilayahnya.

"Kami ikut melakukan identifikasi daerah mana saja yang rawan banjir. Saat banjir kita juga akan turunkan tim kesehatan dan ini bergabung dengan tim kesehatan dari Pemkot Jakarta Timur maupun TNI," katanya.

Dandim 0505/Jakarta Timur, Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto menambahkan jajaran TNI juga terlibat langsung dalam penanggulangan bencana. Tidak hanya mengerahkan personel namun juga sarana prasarana pendukung turut disiapkan. Seperti perahu karet, dapur umum, tenda pengungsian dan sebagainya.

"Termasuk pascabanjir kita juga kerahkan kekuatan personel dan sarana prasarana yang ada. Untuk membantu bersih-bersih daerah terdampak banjir dan kegiatan pascabanjir lainnya," pungkas Rahyanto.

AYO BACA : Curah Hujan Tinggi Pagi Ini, 10 Jalanan di Jakarta Tergenang Air

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar