Yamaha

Ramai soal Pemotongan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas, Benarkah Ada Sabotase?

  Selasa, 26 Januari 2021   Aini Tartinia
Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru, Sugiyanto Emik (Facebook)

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Pemotongan kabel Rumah Pompa Dukuh Atas, Jakarta Pusat menjadi isu liar. Ada yang menyebutnya sabotase agar Jakarta banjir, namun Pemerintah Kota Jakarta Pusat meluruskan itu adalah ulah pemulung iseng.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru, Sugiyanto Emik menilai, pemotongan kabel Rumah Pompa Dukuh Atas jangan serta merta dikaitkan dengan isu masalah banjir Jakarta. Terlebih, sampai menganggap sebagai tindakan sabotase agar Jakarta banjir. 

"Dalam menanggapi masalah ini, sebaiknya semua pihak bisa lebih arif dan bijaksana. Harus melihat masalah ini dari banyak faktor, seperti kelalaian petugas dan juga termasuk kemungkinan adanya tindakan kriminal pencurian," ujar Sugiyanto dalam akun Facebooknya, Senin (25/1/2021). 

Dia menuturkan, persoalan banjir Jakarta adalah masalah klasik yang terjadi dari tahun-ke tahun, bukan hanya pada masa kepemimpinan Gubernur DKI, Anies Bawesdan. Sejak era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Joko Widodo (Jokowi), Fauzi Bowo (Foke), Sutiyoso, bahkan Gubernur sebelumnya Jakarta selalu diterjang banjir.

"Artinya, tanpa ada "sabotase" (bila ada sabotase) Jakarta pun pasti dan selalu mengalami banjir. Jadi, dapat dianggap hanya orang bodoh saja lah yang melakukan "sabotase" untuk menjadikan Jakarta banjir. Karena tanpa ada “sabotase” pun tetap saja terjadi banjir di Jakarta," katanya. 

Untuk itu, tepat bila Pemprov DKI telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Semoga aparat cepat melakukan tindakan penyidikan agar dapat diketahui pelakunya. Sehingga tidak ada lagi fitnah atau tuduhan-tuduhan kepada siapapun sebagai pelakunya," tutupnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar