Yamaha

Buka Lebih dari Jam 9 Malam, Dua Tempat Usaha di Rawamangun Dapat Ultimatum

  Sabtu, 30 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Dok. Beritajakarta

RAWAMANGUN, AYOJAKARTA.COM -- Petugas gabungan Satpol PP dan Polsek Pulogadung, Jumat (29/1) malam menindak dua tempat usaha di wilayah Rawamangun Jakarta Timur yang kedapatan melanggar aturan PSBB.

Ketua Satpol PP Kecamatan Pulogadung Andik Sukaryanto mengatakan, dua tempat usaha yang berlokasi di Jl Rawamangun Muka Timur dan Jl Pemuda diberi peringatan tertulis. Tindakan itu harus dilakukan lantaran kedua toko melanggar ketentuan batasan jam operasional saat masa pandemi Covid-19.

"Kedua tempat usaha ini didapati masih beroperasi di atas pukul 21.00,” kata Andik, dilansir dari beritajakarta.id, Sabtu (30/1/2021).

Andik menjelaskan, dalam giat yang melibatkan 16 personel gabungan ini, petugas menyisir Jl Cipinang Baru Raya, Jl Cipinang Bunder, Jl Persahabatan Raya, Jl Persahabatan Utara , Jl Rawamangun Muka Timur, Jl Rawamangun Muka Raya, dan Jl Raya Pemuda.

"Pengawasan tempat usaha ini rutin kami lakukan tiap malam, karena ditengarai masih ada yang nekad beroperasi hingga larut malam, " tandasnya.

Wilayah Rawamangun disinyalir kerap melakukan pelanggaran PSBB. Pasalnya, tiga hari lalu di wilayah yang sama, dua tempat usaha kuliner di Jalan Sunan Giri dan Jalan Pegambiran, Rawamangun, Jakarta Timur, ditutup paksa dan mendapatkan sanksi teguran tertulis. 

Tempat usaha kuliner tersebut juga melanggar aturan yang sama, yaitu kedapatan masih beroperasi hingga malam hari. Andik mengatakan, selain melanggar jam operasi, kedua tempat usaha ini juga ternyata tidak menyediakan pembatasan interaksi fisik minimal satu meter di meja pengunjung, tidak memfasilitasi sarana cuci tangan dan hand sanitazer, serta tidak menyiapkan alat pengukur suhu tubuh.

“Kedua tempat ini langsung kita tutup paksa karena melewati jam operasional dan pemiliknya diberikan teguran tertulis namun tidak sampai disegel. Namun jika ternyata masih melakukan pelanggaran lagi maka kita berikan sanksi tegas berupa denda administrasi,” kata Andik, Rabu (27/1).

Selain menindak dua tempat usaha ini, lanjut Andik, pihaknya juga menghalau dua pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di Flyover Klender, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan.

Andik menjelaskan, kegiatan yang dilakukan Selasa (26/1) malam hingga Rabu (27/1) dinihari ini melibatkan 94 personel gabungan yang menyusuri Jl Cipinang Baru Raya, Jl Pegambiran, Jl Perserikatan, Jl Paus, Jl Balap Sepeda, Jl Bangunan Timur, Jl Kayu Jati III.

Kemudian Jl Sunan Giri, Jl Balai Pustaka Barat, Jl Waru, Jl Perserikatan sisi Timur, Jl Pegambiran sisi Timur, Jl Cipinang Baru Raya sisi Timur, Jl Bekasi Timur Raya sampai Flyover Cipinang, Flyover Klender dan Jl Raya Bekasi KM 17.

 

"Kegiatan ini akan terus kita gencarkan demi memutus mata rantai penyebaran Covid," tandasnya.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar