Yamaha

Program Subsidi untuk Pekerja dengan Upah di Bawah Rp5 Juta Tak Dialokasikan di APBN

  Selasa, 02 Februari 2021   Icheiko Ramadhanty
Pemerintah Tak Punya Uang Untuk Lanjutkan Program Subsidi Upah Rp 5 Juta (Ilustrasi)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengumumkan bahwa program bantuan langsung tunai (BLT) subsidi upah atau BSU kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta tidak dilanjutkan di tahun 2021. Ida membeberkan alasan mengapa pemerintah tidak melanjutkan bantuan tersebut.

Alasannya lantaran BSU gaji Rp5 juta tidak mendapatkan alokasi dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

“Kami masih menunggu. Sementara memang di APBN 2021 belum atau tidak dialokasikan,” kata Ida kepada media usai penandatanganan MoU dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan pada akhir pekan lalu.

Namun, Ida mengaku masih akan melihat dan memastikan kondisi kedepan, apakah program BSU tersebut benar-benar tidak akan dilanjutkan lagi atau sebaliknya.

“Nanti kami lihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya. Tetapi memang tidak dialokasikan di APBN 2021,” tegasnya.

Keputusan ini telah mendapatkan respon dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI Said Iqbal, mengatakan bahwa pemerintah harus melanjutkan program subsidi upah. Hal ini dinilai karena program bantuan sosial tersebut sangat membantu menjaga daya beli buruh.

Selain dilanjutkan, Iqbal juga berharap kepesertaan program ini diperluas, termasuk  untuk buruh yang tidak terdaftar di dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, kata dia, akan semakin banyak buruh yang menerima subsidi upah tersebut.

"Ke dedepan, KSPI memprediksi ledakan PHK jutaan buruh akan terjadi di semua sektor industri termasuk industri baja dan semen," kata Iqbal dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Selasa (2/2/2021).

Dengan adanya bantuan atau subsidi upah, lanjutnya, akan menjadi buffer atau penyangga buruh dan keluarganya untuk bertahan hidup. Terlebih di tengah pandemi yang belum usai.

Iqbal juga mengungkapkan, bahwa KSPI akan segera mengirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan program tersebut

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar