Yamaha

Surat Bocah 11 Tahun Prediksi Teknologi di Masa Depan

  Senin, 08 Februari 2021   Firda Puri Agustine
Ilustrasi teknologi / Pixabay

LONDON, AYOJAKARTA.COM - Sebuah surat dari 1969 ditulis oleh seorang bocah perempuan berumur 11 tahun, memiliki beberapa prediksi yang cukup akurat tentang teknologi masa depan.

Surat tersebut ditemukan terjepit dibagian belakang sofa oleh Rosa Beckerton dan suaminya, Peter, ketika sedang memperbaiki perabot lama untuk klien.

Surat itu bertanggal 23 Februari 1969 yang ditulis seorang bocah yang sedang membayangkan seperti apa kehidupan di tahun 1980.

Dalam salah satu prediksinya, bocah itu meramalkan adanya platform panggilan video call seperti Zoom, dengan menuliskan bahwa semua panggilan telepon di masa mendatang akan disertai dengan umpan video.

"Pada 1969, telepon adalah benda kotak persegi dengan pengirim di atasnya. Sekarang masih ada, tapi Anda bisa melihat orang yang Anda ajak bicara karena ada layar di mana Anda bisa melihat orang-orang. Ini seperti televisi," tulis bocah tersebut dalam suratnya.

Surat tanpa nama yang lengkap dengan koreksi dan komentar guru dengan pena merah itu ditemukan oleh pasangan dari Peterborough, Cambs.

"Suamiku bekerja sebagai pelapis furnitur dan dia menemukannya di sisi sofa milik pelanggan. Mereka tidak tahu surat itu ada di sana. Sungguh mengejutkan," ucap Rose, seperti dikutip dari The Sun, Senin (8/2/2021).

Saat menemukannya, Peter menunjukkan surat itu kepada istrinya yang sama-sama terkejut.

Mereka akhirnya memutuskan untuk mempublikasikan surat itu, dengan harapan dilihat oleh penulisnya yang sekarang berusia sekitar 62 tahun, jika masih hidup.

"Itu sangat menarik karena membacanya hari ini, dia punya banyak prediksi yang benar. Tapi dengan cara polosnya yang kekanak-kanakan, dia mengira itu semua akan terjadi dalam sepuluh tahun," tambah Rosa.

Meski tidak ada nama penulis, namun catatan yang diberikan gurunya ditandai dengan predikat "Baik".

Dalam suratnya, bocah itu juga membayangkan bahwa dia adalah seorang pekerja bank yang sudah menikah.

Ia juga membayangkan saat suaminya pulang, ia tidak akan menyuguhkan teh seperti yang dilakukan orang-orang pada 1969.

Alih-alih teh, bocah itu akan memberikan permen karet yang diramalnya sebagai makanan untuk mengenyangkan perut.

Selain video call dan permen karet, ia juga memprediksi adanya pintu listrik dengan berbagai tombol, di mana teknologi tersebut sudah ada saat ini.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar