Yamaha

Target 300 Juta Orang, India Percepat Vaksinasi Covid-19

  Senin, 08 Februari 2021   Budi Cahyono
Seorang pekerja kesehatan memberikan vaksin Covid-19 di sebuah Rumah Sakit di New Delhi, India, Sabtu, 16 Januari 2021. India mulai menyuntik petugas kesehatan pada Sabtu dalam kampanye vaksinasi Covid-19 terbesar di dunia. Foto: AP Photo/Manish Swarup

MUMBAI, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah India memandang perlunya percepatan vaksinasi Covid-19 bagi warganya. Dilansir dari Arab News pada Senin (8/2), India memulai program vaksinasi terbesar di dunia pada 16 Januari 2021, dengan target menjangkau 300 juta orang pada Juli-Agustus.

Dua belas negara bagian dan wilayah serikat telah memvaksinasi 60 persen pekerja perawatan kesehatan mereka sejauh ini. Pemerintah India mendesak negara bagian untuk mempercepat vaksinasi Covid-19.

AYO BACA : Vaksin Oxford-AstraZeneca Tak Efektif, Afrika Selatan Tangguhkan Vaksinasi Nakes

Kementerian Kesehatan India memandang perlunya peningkatan kinerja vaksinasi. Kemenkes India melihat peluang untuk peningkatan dalam jumlah rata-rata vaksinasi per sesi vaksinasi.

India memvaksinasi sekitar 3 juta pekerja perawatan kesehatan dalam dua pekan pertama kampanye - rata-rata lebih dari 200 ribu sehari. Tetapi India dianggap harus mempercepat vaksinasi untuk memenuhi target cakupan musim panasnya.

AYO BACA : Mau Divaksin Covid-19 Tapi Takut Disuntik, Begini Cara Mengatasinya!

Pemerintah India meminta negara bagian untuk menjadwalkan semua pekerja perawatan kesehatan untuk vaksinasi setidaknya satu kali pada 20 Februari dan semua pekerja garis depan pada 6 Maret.

Diketahui, India sebagai negara terpadat di dunia setelah China, mengandalkan aplikasi CoWIN untuk menghubungkan penerima manfaat dengan vaksin meskipun ada gangguan awal pada perangkat lunak yang memperlambat program vaksinasi.

India secara resmi telah melaporkan lebih dari 10,8 juta infeksi atau tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. Adapun kasus harian Covid-19 telah turun tajam sejak puncak pertengahan September hampir 100 ribu kasus. Tercatat korban tewas hampir 155 ribu orang.

AYO BACA : Hasil Penelitian: Penyintas Covid-19 Bisa Bentuk Antibodi Pemblokir Virus Corona

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar