Yamaha

Langgar Prokes hingga 5 Kali, Pemprov DKI Akan Tutup Permanen Odin Cafe di Jaksel

  Selasa, 09 Februari 2021   Budi Cahyono
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (dok)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersikap tegas atas pelanggar protokol kesehatan (prokes) selama masa pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan tempat hiburan malam Odin Cafe, Jakarta Selatan harus ditutup secara pemanen karena telah berulang kali melakukan pelanggaran prokes.

Riza menegaskan pelanggaran prokes yang berulang kali dilakukan tak bisa lagi ditoleransi. Terlebih lagi, Odin Cafe telah melanggar sampai lima kali sejak awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan ditemukan ada pengunjung positif menggunakan narkoba.

"Ya kalau berkali-kali kami akan cabut izinnya," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/2/2021).

Menurut Riza, dalam penindakan pelanggaran prokes saat PSBB sudah ada aturannya. Jika melanggar akan ditegur secara lisan dan tertulis, sanksi denda, hingga penutupan.

"Kan ada tahapan, tegur, didenda kemudian dicabut izinnya," jelasnya.

Riza lantas tak ingin ke depannya pelanggaran prokes seperti Odin Cafe kembali terulang. Ia meminta agar masyarakat turut serta melaporkan jika terjadi pelanggaran.

"Laporkan ke saya langsung, wa SMS langsung ke satpol PP, nanti kami tindak. Siapapun Kafe restoran yang melanggar kami akan tindaklanjuti, kami akan beri sanksi, akan ditertibkan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Odin Cafe yang berlokasi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan kembali melanggar protokol kesehatan untuk yang kelima kalinya. Tak hanya itu, ditemukan juga ada pengunjung yang kedapatan positif narkoba.

Menanggapi hal ini, Anggota fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta agar Odin Cafe dicabut izinnya. Sebab, bar itu sudah berulang kali melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kalau sudah lima kali artinya memang tidak mau mematuhi. Cabut saja izinnya," ujar Gilbert saat dikonfirmasi wartawan, Senin (8/2/2021).

Gilbert meminta agar Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melakukan evaluasi segera pada izin usaha Odin Cafe. Jika dibiarkan lebih lama, nantinya pengelola akan membandel dan kembali membuka kafe itu.

"Tutup saja sementara, izinnya dievaluasi lagi," jelasnya.

Meski sudah lima kali melanggar, Odin Cafe hanya ditutup sementara selama 1x24 jam. Alasannya, ketentuan ini tertulis dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 3 tahun 2021 tentang pelaksanaan Perda penanganan Covid-19.

Menanggapi hal ini, Gilbert menyarankan dasar hukumnya menggunakan Peraturan Daerah mengenai ketertiban umum (tibum). Regulasi itu, kata Gilbert, dimungkinkan untuk mencabut izin usaha yang melanggar.

"Harusnya bisa pakai Perda tibum, lebih tegas aturannya," katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Supriyanto mengatakan Odin Cafe kedapatan kembali melanggar prokes saat pihaknya melakukan razia pada Minggu (7/2/2021).

"Sudah lima kali itu lho (Odin Cafe melanggar protokol kesehatan," ujar Supriyanto.

Tak hanya itu, dilakukan juga tes urine dan tes cepat (rapid) Covid-19 kepada pengunjung. Hasilnya satu orang kepadatan positif terjangkit virus corona.

"Kalau dari tes urine ada satu orang laki-laki positif narkoba, amphetamine," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar