Yamaha

Gawat! 89 Perguruan Tinggi di Jateng Tidak Sehat

  Kamis, 25 Februari 2021   Budi Cahyono
Kepala LLDikti Wilayah VI Jateng, Muhammad Zainuri (kiri) bersama Sekretaris LLDikti Wilayah VI Jateng Lukman saat jumpa pers di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Kamis (25/2/2021). (Ayojakarta/Budi Cahyono)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Data Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jateng (LLDikti VI) mencatat 89 perguruan tinggi atau 37,9 persen perguruan tinggi di Jawa Tengah dalam kondisi tidak sehat. Artinya, LLDikti VI akan mengusulkan pencabutan izin operasional.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jateng Prof Dr Ir Zainuri DEA menjelaskan, per tanggal 25 Februari 2021, perguruan tinggi di Jawa Tengah berjumlah 246 perguruan tinggi dengan rincian universitas 56 PT; institut 6 PT; sekolah tinggi 87 PT, akademi 63 PT, politeknik 27 PT dan akademi komunitas 6 PT.

“Dari jumlah tesebut berdasarkan status akreditasi terdapat 89 perguruan yang belum terakreditasi. Sementara 20 perguruan tinggi akan diusulkan pencabutan izin operasional dan 5 perguruan tinggi pada tahun 2020 sudah dicabut sejumlah 5 PT,”terang Zainuri saat jumpa pers, Kamis (25/2/2021).

Dia memaparkan, ada beberapa factor yang menyebabkan perguruan tinggi tidak bisa berjalan sehat, yaitu Kelembagaan, Sarana Prasarana dan Sumber daya manusia, disamping aspek lain yang harus dikuti dalam ketentuan Standar Nasional Pendidikan Tinggi berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020.

“Berdasarkan kondisi tersebut LLDIKTI Wilayah VI saat ini telah membentuk tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi, untuk melakukan evaluasi kinerja akademik khususnya bagi 89 perguruan tinggi yang belum terakreditasi,” jelasnya.

Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI Jateng Dr Lukman ST MHum menambahkan, bagi perguruan tinggi yang masuk kategori kronis tersebut ada beberapa langkah yang akan dilakukan LLDIKTI VI.

Lukman menjelaskan, tim akan melakukan evaluasi dan pendampingan sehingga bisa sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan, apabila tidak sesuai, maka perguruan tinggi yang bermasalah direkomendasikan untuk dilakukan penggabungan (merger) atau diusulkan untuk pencabutan izin operasionalnya.

“Hal ini dilaksanakan supaya Mahasiswa yang terdaftar dapat segera diselamatkan, mengingat berbagai lapangan pekerjaan saat ini  mempersyaratkan status akreditasi PT dari pelamar pekerjaan,” tegasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar