Yamaha

Beri Jatah Vaksin Prioritas untuk Tahanan KPK, Ini Kata Satgas Covid-19

  Jumat, 26 Februari 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi Vaksin Sinovac (AyoBandung)

TEBET, AYOJAKARTA.COM- Juru Bicara Satuan Tugas ( Jubir Satgas) Penangan Covid-19, Wiku Adisasmito memberikan penjelasan mengenai daftar prioritas vaksinasi Covid-19 tahap II yang salah satunya diberikan kepada 39 tahanan KPK. 

Melalui konferensi pers dalam kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (25/2/2021), Wiku mengatakan hal tersebut sudah dipertimbangkan melalui berbasis data, kepada prioritas vaksinasi Covid-19 KPK dan juga beserta orang-orang yang berada di lingkungan KPK termasuk kepada tahanan

"Prioritas vaksinasi menggunakan pertimbangan yang presisi dan menjunjung aspek keadilan. Pada prinsipnya pelaksanaaan vaksinasi di KPK diberikan untuk orang-orang yang dalam kesehariannya berada dilingkungan KPK," ujar Wiku.

Wiku menerangkan jika keputusan tersebut telah dipertimbangkan sebelumnya

"Penetapan ini sudah melalui pertimbangan-pertimbangan yang juga berbasis data, dimana saat ini sudah tercatat 100 lebih kasus positif Covid-19 dilingkungan KPK," ujar Wiku.

"Kami himbau untuk penerima prioritas vaksinasi agar menggunakan haknya secara bertanggung jawab sesuai dengan pertimbangan medis dan aspek lainnya," sambungnya.

Sebelumnya vaksin terhadap para tahanan ini sempat menjadi sorotan. Beberapa pihak mempertanyakan urgensi tahanan KPK masuk dalam tahap II vaksinasi.

Terkait hal itu, Ketua KPK Komjen Firli Bahuri buka suara. Menurut dia, KPK wajib memperhatikan keselamatan tahanan. Pemberian vaksin merupakan bagian dari hal tersebut.

"Kami sangat memahami atas beberapa respons tersebut, tapi kami juga berkewajiban untuk menjaga keselamatan jiwa setiap orang termasuk tahanan," kata Firli dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Firli mengatakan, negara bertugas untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Terkait itu, KPK bekerja sama dengan Komite Penanganan Covid-19 melakukan vaksinasi untuk seluruh pegawai KPK dan para pihak yang berinteraksi di lingkungan KPK. Meliputi tahanan hingga wartawan.

Firli membeberkan, data tingkat penularan corona di lingkungan tahanan KPK cukup tinggi. Dari 64 tahanan, 20 di antaranya pernah positif Covid-19. 

"20 dari total 64 orang tahanan dan bahkan ada pegawai sampai meninggal dunia," kata Firli.

Firli menyebut, tahanan KPK merupakan salah satu pihak yang rentan untuk tertular dan menularkan virus ini karena banyak berhubungan dengan berbagai pihak, seperti petugas rutan, penyidik, keluarga tahanan, kuasa hukum, dan pihak-pihak terkait lainnya.

"Penanganan dan pencegahan virus ini salah satunya dengan segera memutus rantai penularannya dengan vaksinasi," kata dia.

"KPK melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh pegawainya, termasuk pihak-pihak yang terkait di antaranya: petugas kantin, petugas keamanan dan kebersihan, jurnalis, tahanan dan pihak lain yang beraktivitas di lingkungan KPK," sambungnya.

KPK, kata Firli, memandang penting melakukan vaksinasi tahanan karena beraktivitas dan berinteraksi dengan pegawai KPK dan pihak lainnya. Hal itu juga untuk memberikan perlindungan kepada pihak-pihak tersebut.

"Kesehatan tahanan juga menjadi penting untuk dapat memperlancar proses penanganan dan persidangan perkaranya," kata dia.

"KPK juga berkomitmen untuk mendukung dalam percepatan program ini sehingga kita bisa lebih dini memutus rantai penularannya. KPK berharap, masyarakat Indonesia bisa segera memperoleh vaksinasi Covid-19 karena keselamatan jiwa manusia merupakan hukum tertinggi," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar