Yamaha

OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Pernah Jadi Pembicara Antikorupsi di KPK

  Sabtu, 27 Februari 2021   Eries Adlin
OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Pernah Jadi Pembicara Antikorupsi di KPK (ilustrasi)/republika.co.id

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah pada Sabtu dini hari, 27 Februari 2021. Saat ini, Nurdin disebut-sebut sudah berada di Jakarta untuk dibawa ke gedung Merah Putih KPK, Kuningan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sebenarnya sering dinilai sebagai pejabat publik yang antikorupsi. Tidak heran apabila pada Desember 2020, KPK justru mengundang Nurdin Abdullah untuk berbicara dalam sebuah diskusi virtual menjelang perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia).

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah yang berkenan memberikan perspektif pemberantasan korupsi segmen pemerintah daerah,” ucap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata ketika membuka acara tersebut, Senin (7 Desember 2020), seperti dilansir media massa.

Salah satu poin penting yang disampaikan Nurdin Abdullah dalam diskusi virtual itu adalah terkait dengan kepala daerah dapat memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan prima dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota.

“Merupakan kewajiban pemerintah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan pelaku usaha,” ungkap Nurdin.

Apalagi dalam kondisi masa pandemi Covid-19, menurut Nurdin, sangat penting untuk meminimalisasi korupsi di pemerintahan.

“Pemprov Sulsel menyadari pentingnya fungsi pengawasan untuk menjamin pemerintahan yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel. Dengan itu, kami senantiasa melakukan upaya-upaya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik secara bertahap dan berkelanjutan.”

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani mengaku kaget mendengar penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh petugas KPK.

Ia mengaku memang ada yang menelponnya tadi subuh soal kabar tersebut. “Makanya saya juga kaget karena ada yang telpon tadi subuh soal itu. Karena saya tidur jam 2 malam jadi kaget juga pas bangun,” kata Hayat seperti dilansir oleh suara.com, jaringan Ayojakarta, Sabtu 27 Februari 2021.

Hayat mengatakan belum bisa membenarkan kabar tersebut. Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan KPK.

“Saya juga belum bisa benarkan, saat ini masih konfirmasi ke Pak Choky (Mantan Direktur Korsupgah wilayah IV),” tambahnya.

Hayat juga mengaku sudah mengonfirmasi pihak bandara. Dan betul, Nurdin dikabarkan berangkat ke Jakarta dini hari tadi.

“Saya juga sudah kabari orang bandara karena kan ada yang selalu urus tiketnya kalau mau pergi, dan betul beliau berangkat dini hari tadi ke bandara," beber Hayat.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah pada Sabtu dini hari 27 Februari 2021.

Nurdin Abdullah ditangkap KPK pukul 01.000 Wita di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jendral Sudirman, Kota Makassar.

Petugas KPK berjumlah 9 orang dikawal Brimob Polda Sulsel kemudian membawa Nurdin Abdullah ke klinik. Untuk pemeriksaan swab antigen. Selanjutnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Informasinya, saat ini Nurdin Abdullah sudah tiba di Jakarta dan dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK. Statusnya masih terperiksa.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan soal penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Nurdin Abdullah ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan.

“Iya betul,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Sabtu (27/2/2021), seperti dilansir suara.com.

Fikri belum mau berkomentar banyak soal kasus apa yang menjerat Nurdin. Ia meminta media menunggu rilis resmi dari KPK. “Tunggu saja rilis resminya.”

Selain Nurdin, KPK juga mengamankan Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Thn); Nuryadi ( Sopir pak Agung, 36 Thn); Samsul Bahri ( Adc Gubernur Prov. Sulsel, Polri, 48 Thn); Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan); dan Irfandi ( Sopir Edy Rahmat).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar