Yamaha

Masuk Cagar Budaya, Trotoar Kebayoran Baru Bakal Direnovasi

  Senin, 01 Maret 2021   Firda Puri Agustine
Pedagang berjualan di trotoar kawasan Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (2/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta berencana merenovasi trotoar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi ini juga merupakan salah satu fasilitas yang tergolong sebagai Cagar Budaya.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan proyek ini akan dikerjakan mulai Mei hingga Desember 2021. Pengerjaannya meliputi Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Trunojoyo, dan Jalan Gunawarman dengan total panjang trotoar kurang lebih 4,6 kilometer.

Menurutnya, penataan trotoar ini akan mendukung kawasan Kebayoran Baru yang dikenal sebagai wilayah tempat tinggal, bisnis, pusat perbelanjaan, dan wisata dengan potensi pengembangan wisata kuliner nya.

"Hal ini perlu didukung oleh fasilitas publik lainnya dengan tidak menghilangkan identitasnya sebagai Kawasan Cagar Budaya," ujar Hari saat dikonfirmasi, Senin (1/3/2021).

Selain itu, trotoar ini juga akan menjadi bagian dari integrasi transportasi publik dalan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD). Berbagai moda angkutan umum akan terhubung dengan fasilitas pedestrian ini.

"Menjadikannya Kawasan Oriented Development (TOD) dengan kemudahan aksesibilitas pejalan kaki serta kemudahan menuju berbagai akses moda transportasi (MRT, BRT, Bus Non BRT) di kawasan tersebut," jelasnya.

Trotoar tersebut nantinya juga akan mengusung konsep penataan complete street. Artinya ada penataan ulang ruang jalan sesuai dengan fungsinya untuk mengakomodir seluruh kebutuhan pengguna jalan.

"Sesuai porsi yang tepat dengan memprioritaskan pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna transportasi umum," jelasnya.

Dengan dijadikannya trotoar ini berkonsep TOD, maka fasilitas ini mendukung mobilitas 15-minute city untuk ragam kelas sosial ekonomi, serta mendorong shifting perpindahan pengguna moda transportasi pribadi di dalam kawasan dengan transportasi publik dan atau sepeda.

"Mendorong (Micro-Mobility) mobilitas jarak pendek dengan moda transportasi tidak bermotor, serta menata saluran utilitas kabel udara menjadi bawah tanah," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar