Yamaha

Penyebar Data Pribadi Denny Siregar Divonis 8 Bulan Penjara

  Rabu, 03 Maret 2021   Budi Cahyono
Suasana sidang vonis terhadap Febriansyah Puji Handoko, terdakwa pembocoran data pelanggan salah satu operator seluler.(Humas PN Surabaya)

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Safri Abdullah memimpin jalannya persidangan terhadap Febriansyah Puji Handoko, terdakwa pembocoran data pelanggan salah satu operator seluler.

Safri memutus hukuman pidana 8 bulan dan denda Rp2 juta subsider 2 bulan kurungan. Febriansyah dinyatakan terbukti bersalah usai membocorkan data pelanggannya.

"Mengadili, menyatakan, terdakwa (Febriansyah) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak secara melawan hukum. Telah mengakses komputer atau sistem elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh informasi atau dokumen elektronik," kata Safri saat membacakan vonis kepada terdakwa, Rabu (3/3/2021).

Safri juga menolak nota pembelaan terhadap terdakwa yang menyatakan bahwa perbuatannya didasari rasa emosi terhadap pelanggan bernama Denny Zulfikar S atau Denny Siregar. Alasannya, pelanggan tersebut dinilai sering membuat narasi di media sosial yang bisa memecah belah publik.

Safri menegaskan, terdakwa Febriansyah terbukti melanggar Pasal 46 ayat 2 juncto Pasal 30 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Akan tetapi, putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis sebelumnya yang menuntut Febriansyah hukuman pidana 10 bulan penjara dan denda Rp 2 juta subsider 3 bulan.

Di sisi lain, pertimbangan yang meringankan terdakwa adalah berterus terang mengakui perbuatannya, selalu bersikap sopan selama persidangan, dan belum pernah dihukum atau menjalani hukuman badan sebelumnya. 

 

Febriansyah lantas menerima putusan yang dijatuhkan hakim terhadapnya. "Iya, menerima Yang Mulia," sahutnya, lirih.

Febriansyah mengaku perbuatannya murni spontanitas semata. Penyulutnya, sambung dia, emosi dengan pelanggan bernama Denny itu dan terdorong tantangan Denny di media sosial terkait siapapun yang dapat membuka data pribadinya kala itu.

Meski begitu, Febriansyah menyebut tak seluruh data pribadi Denny disebarkan oleh dirinya, tapi juga orang lain. Perlu diketahui, Febriansyah merupakan customer servis sebuah operator seluler yang berlokasi di kawasan Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Secara diam-diam, Febriansyah mengakses data seorang pelanggannya, Denny Siregar dan menyebarkannya usai melihat akun anonim @Opposite6891 mengupload data pribadi, mulai dari nomor telepon, email, sampai lokasinya di media sosial Twitter sebagai tanggapan terkait isu itu.

Spontan, ia tersulut. Membuka nomor telepon yang tersebar untuk mengecek nama dan lokasinya. Saat dilacak, Febriansyah mendapati kebenaran bahwa nomor telepon tersebut milik Deny Siregar.

Selanjutnya, Febriansyah mencatat detil device nomor itu dan dilanjutkan ke akun @Opposite yang kala itu membongkar data Deny Siregar.

Data itu kembali disebarkan akun @opposite6891 pada media sosial berlambang burung berwarna biru itu. Data tersebut identik dengan yang pernah dikirim dalam registrasi SIM Card kepada operator seluler di tahun 2018 silam. (Praditya)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar