Yamaha

Kalah di Babak Awal Swiss Open, Hafiz/Gloria Tak Ikuti Arahan Pelatih

  Jumat, 05 Maret 2021   Icheiko Ramadhanty
Hafiz/Gloria (PBSI)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle, harus menghadapi kenyataan yang lebih berat lagi untuk dapat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Pasalnya, pasangan tersebut harus menelan kekalahan di babak awal pada salah satu turnamen yang terhitung dalam kualifikasi olimpiade yaitu Swiss Open.

Pasangan yang saat ini berperingkat 8 dunia ini bahkan diharapkan mampu berprestasi maksimal di ajang Swiss Open. Hal tersebut karena berkaitan dengan  ranking Race to Olympic milik Hafiz/Gloria yang berada pada posisi kritis yaitu ranking 8. Perbedaan poin mereka hanya berbeda tipis dengan ranking di bawahnya.

Diharapkan dapat bermain maksimal, hasil pertandingan Hafiz/Gloria di ajang Swiss Open cukup mengecewakan bagi sang pelatih. Hafiz/Gloria dihadang oleh ganda campuran asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dengan skor 18-21 dan 10-21.

Berikut wawancara khusus Ayojakarta kepada Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Nova Widianto, terkait kekalahan yang dialami Hafiz/Gloria di Swiss Open 2021:

Gloria/Hafiz mengejar poin olimpiade di turnamen ini dan sengaja tidak diikutkan dalam turnamen All England untuk dapat fokus dan mendapat hasil terbaik di Swiss. Namun, ternyata kalah di babak pertama. Apa yang sebenarnya terjadi kepada Gloria maupun Hafiz?

Nova: Hafiz/Gloria memang tidak bisa ikut All England dan memang harus memilih focus di Swiss Open ini, tapi hasilnya memang jauh yang diharapkan. Ya tidak ada masalah apa-apa. Ini murni performa mereka di lapangan. Mereka main tidak berani melakukan pola bermain yang kita arahkan. Mereka cenderung bermain pola yang menurut mereka enak, tapi musuh lebih enak dan tidak dapat point (Hafiz/Gloria). Permainan mereka terlalu gampang di antisipasi sama lawan dan mereka tidak berani berubah, kayak buntu.

Berkaca pada turnamen Leg Asia di Bangkok Thailand dan ditambah Swiss Open, apakah Hafiz/Gloria bisa dikatakan ‘sudah habis masanya’?

Nova: Kalau habis masanya sih harusnya belum. Mungkin dari segi fisik dan kecepatan pasti gak sekuat dulu. Tapi harusnya mereka lebih matang dan lebih tenang di lapangan.

Jika tetap ingin mengejar poin olimpiade, bagaimana langkah selanjutnya dari pelatih kepada Hafiz/Gloria untuk turnamen selanjutnya, khususnya turnamen yang dihitung masuk poin olimpiade?

Nova:Yang harus dilakukan yang pasti dari mereka dulu harus sadar dan harus ada keyakinan dari mereka sendiri dulu. Beban pasti ada, apalagi setelah hasil Swiss Open ini peluang lebih berat lagi. Soalnya latihan apapun kalau mereka tidak yakin bisa lolos (olimpiade) pasti hasilnya (turnamen) akan jelek.

Sebagai informasi, Rankireddy/Ponnappa juga berhasil mengalahkan Hafiz/Gloria di ajang Thailand Open pada Januari lalu. Hafiz/Gloria kalah di babak awal dengan skor 11-21,29-27, dan 16-21. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar