Yamaha

Miris, Taman Makam Pahlawan Dijadikan Lokasi Pesta Miras

  Minggu, 07 Maret 2021   Budi Cahyono
5 pemuda di Tasikmalaya diamankan polisi saat pesta miras di Taman Makam Pahlawan. (dok)

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Untuk kali kesekiannya, aparat kepolisian mengamankan sekelompok remaja yang sedang mengonsumsi minuman keras (miras) di areal Taman Makam Pahlawan Kusumah Bangsa Kota Tasikmalaya.

Seperti halnya pada Sabtu (6/3/2021) malam, aparat Polsek Tawang Polresta Tasikmalaya mendapati 5 pemuda dan seorang pemudi yang sedang kumpul-kumpul dan mengomsumsi miras tradisional jenis tuak.

Kapolsek Tawang Iptu Nandang Rokhmana mengatakan, dalam patroli rutin untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pihak memergoki sekelompok pemuda yang sedang pesta miras di areal Taman Makam Pahlawan.

"Saat kami sedang patroli, kami curiga dengan adanya sekelompok pemuda yang kumpul-kumpul di areal Taman Makam Pahlawan. Kemudian kami datangi dan ternyata kecurigaan kami benar, mereka sedang minum-minuman keras," ujar Nandang, Minggu (7/3/2021).

Di lokasi, petugas mendapati miras dalam kemasan 2 botol air mineral ukuran satu setengah liter dan satu kantung plastik bening. Kepada petugas mereka mengaku warga sekitar dan hanya minum-minum saja.

"Ini sangat memprihatinkan ya. Areal Taman makam Pahlawan dijadikan nongkrong dan minum-minum oleh para pemuda yang merupakan generasi bangsa," ucapnya.

Nandang menuturkan, dari keterangan para pemuda tersebut, miras jenis tuak dibelinya dari penjual miras di wilayah Cilolohan. Pihaknya kemudian mendatangi lokasi si penjual miras dan mengamankan 5 karung miras jenis tuak.

"Kami temukan 5 karung miras kemasan satu liter siap jual di sebuah kos-kosan. Namun, penjualnya kabur saat kami datang ke lokasi," tuturnya.

Ia menambahkan, semua barang bukti miras sebanyak 5 karung langsung diamankan ke Mapolsek Tawang untuk dimusnahkan. Sementara itu, para pemuda yang mengonsumsi miras di data dan diberikan pembinaan.

"Mereka kami minta membuat surat penyataan untuk tidak melakukan hal serupa, dan apabila ditemukan kembali akan diberi sanksi tindak pidana ringan (Tipiring)," pungkasnya.(Heru Rukanda)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar