Yamaha

Indonesia Catat Penambahan 5.826 Kasus Baru Covid-19 per 7 Maret 2021

  Minggu, 07 Maret 2021   Aini Tartinia
[ilustrasi] Update Covid-19 Indonesia

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan penambahan sebanyak 5.826 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia, Minggu (7/3/2021). Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.379.662 kasus.

Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 14.518 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel 70.026.

Penambahan hari ini menjadikan total sebanyak 147.780 kasus aktif dengan bertambahnya 608 kasus, lalu 1.194.656 total kasus sembuh dengan penambahan 5.146 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 37.226 angka meninggal dunia dengan penambahan 72 kasus meninggal.

Sedangkan, untuk jumlah tes hari ini, terdapat 30.049 sampel tes dengan 16.033 orang yang baru dites.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

1 Maret: 6.680 kasus
2 Maret: 5.712 kasus
3 Maret: 6.808 kasus
4 Maret: 7.264 kasus
5 Maret: 6.971 kasus
6 Maret: 5.767 kasus
7 Maret: 5.826 kasus

Pemerintah memperpanjang masa pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 22 Maret 2021.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

"Pemberlakuan PPKM Mikro diperpanjang sejak tanggal 9 Maret 2021 sampai dengan tanggal 22 Maret 2021," dikutip dari Inmendagri, Jumat, 5 Maret 2021.

PPKM diterapkan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan PPKM dilakukan pada daerah yang memenuhi salah satu kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT.

Selama PPKM tempat kerja atau perkantoran wajib menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebesar 50%. Serta work from office (WFO) 50% dengan protokol kesehatan lebih ketat. Kemudian, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring.

Sektor yang terkait kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Kegiatan makan atau minum di restoran hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas tempat

Sementara untuk layanan makanan melalui pesan-antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran.

Sementara, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal sampai dengan Pukul 21.00 WIB.

Selanjutnya, kegiatan konstruksi diizinkan beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Tempat ibadah diizinkan beroperasi dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan.

Kegiatan fasilitas umum dapat dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% yang pengaturannya ditetapkan dengan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah.

Untuk kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dihentikan sementara, serta dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional transportasi umum.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar