Yamaha

Berpikir Positif Bantu Penyembuhan Covid-19

  Senin, 08 Maret 2021   Eries Adlin
Berpikir Positif Bantu Penyembuhan Covid-19 (ilustrasi)

 

MATRAMAN, AYOJAKARTA.COM -- Penyakit Covid-19 dapat disembuhkan melalui cara berpikir positif, ikhlas menerima penyakit, serta tetap menjaga asupan gizi secara seimbang. Sementara itu, dengan melakukan vaksin diharapkan Indonesia bisa memutuskan transmisi penyakit serta meningkatkan ketahanan individu, keluarga dan masyarakat dengan terbentuknya herd immunity.

Hal tersebut menjadi rangkuman dari serial perdana webinar Sapa Ikatisa bertajuk Haruskah Kita Acuhkan Covid-19 yang digelar oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 31 Jakarta (IKATISA) di Jakarta, Minggu (7 Maret 2021).

Hadir dalam diskusi virtual itu dr Linda Siti dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat-Kementerian Kesehatan, Dr Syarief Darmawan, (dosen dari Politeknik Kesehatan - Kemenkes, serta penyintas Covid-19, Mohammad Akbar.

“Secara internal yang sakit, perlu adanya cara berpikir yang positif dalam menyikapi penyakit Covid-19. Sementara secara eksternal atau dari lingkungan sekitar, mereka yang terkena Covid-19 itu harus didukung dengan cara jangan mengucilkan mereka, kasih pesan positif dan kalau bisa kirimkan juga makanan,” kata Akbar, penyintas Covid-19 yang sempat dua pekan mengisolasi diri di Wisma Atlet Jakarta.

Sementara itu, Syarief menganjurkan hal yang harus dilakukan adalah mengurangi porsi makanan yang bersumber dari karbohidrat dan lemak. Di saat yang sama, penderita Covid-19 maupun masyarakat dianjurkannya untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah.

“Tidak lupa juga harus bisa diciptakan aktifitas fisik di rumah yang menyenangkan dan kreatif. Lalu kelola stres dan kejenuhan ketika menjalani isolasi serta optimalkan kualitas tidur,” kata pria berkacamata lulusan 1995 dari SMA Negeri 31 Jakarta ini.

Lantas, terkait dengan vaksinasi, Linda menjelaskan secara tujuan dilakukan untuk menurunkan angka yang sakit dan tingkat kematian akibat Covid-19. Alasan lainnya dari vaksinasi, kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini adalah mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. 

“Vaksinasi diharapkan untuk dapat memicu herd immunity sehingga infeksi virus Covid-19 dapat berkurang,” ujarnya.

“Lalu ketika sebagian besar kelompok masyarakat rentan diberikan vaksinasi, maka penyebaran patogen penyebab penyakit dapat dibatasi atau dihentikan.  Inilah yang disebut kekebalan kelompok atau herd immunity,” lanjut Linda.

Walau seseorang sudah mendapatkan vaksinasi, Linda tetap mengingatkan agar menjalankan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Untuk itu ia sepakat dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini perlu adanya kesadaran semua pihak untuk saling menjaga diri masing-masing.

“Jadi ayo terapkan 5 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panita Webinar Sapa Ikatisa, Maya Pane, mengatakan kegiatan ini hadir untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Kegiatan ini kami harapkan memberikan kontribusi positif buat seluruh alumni SMA 31 Jakarta maupun masyarakat Indonesia secara luas terkait upaya dan usaha dalam menghadapi Covid-19 ini,” katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar