Yamaha

Kartu Prakerja Gelombang 13 Sudah Ditutup, Kapan Gelombang 14 Dibuka?

  Selasa, 09 Maret 2021   Husnul Khatimah
Kartu Prakerja (istimewa)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Hasil seleksi Kartu Prakerja gelombang 12 dan 13 sudah dapat diakses melalui sms dan laman www.prakerja.go.id. Lalu, kapan kartu Prakerja gelombang 14 dibuka? 

Hingga kini, belum ada tanggal pasti kapan kartu Prakerja gelombang 14 dibuka mengingat pendaftaran program Prakerja Gelombang 13 baru saja ditutup pada Minggu, 7 Maret pukul 12.00 WIB lalu. 

Meski demikian, pada saat peluncuran kartu prakerja tahun 2021 Menko Airlangga selaku Ketua Komite Cipta Kerja mengatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk melanjutkan Program Kartu Prakerja di tahun 2021, dengan total anggaran sebesar Rp10 triliun untuk Semester I tahun 2021.

Adapun total kuota semester I sebanyak 2,7 juta orang. Hingga saat ini kuota sudah diberikan kepada 1.200.000 peserta dengan rincian 600.00 kuota peserta pada Gelombang 12 dan 600.000 kuota pada gelombang 13. Artinya masih tersisa kuota semester 1 sebanyak 1.500.000.

Pendaftaran Program Kartu Prakerja terbuka bagi semua WNI berusia 18 tahun ke atas, baik pencari kerja, lulusan baru, korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karyawan maupun pelaku wirausaha, asalkan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Untuk mendorong pemerataan penerima bantuan, maka penerima bansos Kementerian Sosial (Data Terpadu Kesejahteran Sosial, Bantuan Subsidi Upah, maupun Banpres Produktif Usaha Mikro), penerima Kartu Prakerja tahun 2020, dan anggota TNI/Polri, ASN, Komisaris/Direksi BUMN/BUMD, Anggota DPR/DPRD, serta pihak lain yang diatur dalam Permenko 11/2020, tidak dapat menerima manfaat Program Kartu Prakerja.

Menko Airlangga juga mengapresiasi Program Kartu Prakerja sebagai pelopor reformasi layanan publik yang menggunakan teknologi digital end-to-end.

“Penggunaan teknologi digital memungkinkan program ini diakses oleh masyarakat di 514 kabupaten dan kota dalam waktu cepat. Selain itu, seluruh proses transfer dana dan transaksi pembelian pelatihan menjadi lebih transparan dan akuntabel,” jelas Airlangga Hartarto.

Keberhasilan Program Kartu Prakerja telah divalidasi oleh Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2020, dimana 88,9% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa keterampilan mereka meningkat.

Selain itu 81,2% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa dana insentif pasca pelatihan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang sesuai dengan penugasan sebagai program perlindungan sosial selama masa pandemi.

Dalam hal pengembangan kompetensi, Survei Evaluasi yang dilakukan oleh Manajemen Pelaksana mencatat bahwa 94% penerima Kartu Prakerja mengalami pengembangan kompetensi melalui skilling, upskilling, dan reskilling. Lebih dari sepertiga penerima Kartu Prakerja yang semula tidak bekerja berubah menjadi bekerja, baik sebagai karyawan maupun pelaku wirausaha.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar