Yamaha

Ratusan Guru Antre Menerima Vaksin Covid-19 di Tangsel

  Rabu, 10 Maret 2021   Budi Cahyono
Ratusan guru mengantre vaksinasi Covid-19 di SMPN 11 Kota Tangsel, Rabu (10/3/2021). [Suara.com/Wivy]

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Jadwal vaksinasi Covid-19 untuk guru di Kota Tangerang Selatan diikuti ratusan orang, Rabu (10/3/2021).

Vaksinasi tersebut dilaksanakan di SMPN 11 Kota Tangsel terlihat membeludak. Akibatnya, ratusan guru mengantre panjang dan mengabaikan jaga jarak.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh salah salah seorang penanggung jawab dari Dinas Pendidikan Siti Maemanah.

Menurutnya, membeludaknya peserta vaksinasi Covid-19 lantaran adanya penambahan kuota dari guru-guru yang sebelumnya tertunda melakukan vaksinasi.

"Hari ini emang antreannya panjang banget. Karena emang jumlah gurunya (banyak). Tadi pagi sebetulnya agak lengang. Terus hari ini tiba-tiba banyak, karena memang ada tambahan kuota paling 300-an. Dan membeludaknya di siang," katanya ditemui di SMPN 11 Kota Tangsel, Rabu (10/3/2021).

Siti Maemanah pun mengaku khawatir dengan membeludaknya peserta vaksinasi hingga mengabaikan jaga jarak.

"Khawatir sebenarnya, tapi kita sedang berusaha mengurai. Soalnya di sana dipakai buat OPD, kan ada dua lokal di sana, dari Dinkes kan kita enggak boleh gabung ke sana sebelum OPD selesai," katanya sambil menunjuk tempat vaksin di salah satu sudut sekolah.

Maemanah menyebut ada delapan ruang vaksinasi yang digunakan. Serta ada lima ruang untuk transit.

Dari pagi hingga siang, diperkirakan sudah ada seribu lebih guru yang mengisi daftar vaksinasi.

Sebelum divaksin, para guru dari sekolah negeri dan swasta itu mengantre terlebih dahulu mengisi daftar hadir di pintu masuk.

Usai mengantre, kemudian mereka harus mengantre kembali di lapangan untuk masuk ke ruangan transit dan menunggu giliran.

"Sistemnya, bisa baris di mana aja, bebas aja. Setelah masuk ruang transit nanti isi nama. Di ruang vaksin nanti ada dokter yang manggil nama. Misalnya butuh tiga orang, ya tiga orang masuk ke ruang vaksin. Jadi giliran, biar adil. Kalau langsung ke atas, kasian dokternya," paparnya.

Senada dikatakan salah seorang penanggungjawab dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr Aprilia Krisliana.

Ia membenarkan adanya penumpukan peserta vaksinasi guru hingga mengabaikan jaga jarak.

"Iya, karena kondisi aja ya. Ini juga kita lagi koordinasikan dulu. Ya kan karena sasarannya juga bertambah, kan banyak. Untuk satu lokasi ditargetkan 1.000 peserta," ungkapnya.

April yang juga menjabat Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tangsel mengaku, khawatir kerumunan itu menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Ya kan kita lagi usahain ya, kita dokter-dokter juga capai. Kita lagi berusaha mengurai," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar