Yamaha

Takziah ke Rumah Habib Hasan Mulachela, Wantimpres: Kami Kehilangan Sosok yang Sulit Digantikan

  Jumat, 12 Maret 2021   Budi Cahyono
Muhamad Mardiono salah satu Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) usai bertakziah di rumah duka Habib Hasan Mulachela di Pasarkliwon, Kota Solo, Jumat (12/3/2021). (Ayojakarta/Budi Cahyono)

SOLO, AYOJAKARTA.COM – Kabar duka datang dari Kota Solo. Salah satu tokoh agama sekaligus pegiat sosial, Habib Hasan Mulachela tutup usia di salah satu rumah sakit di Jakarta. Politikus asal PPP tersebut tutup usia sekitar pukul 06.56 WIB, Jumat (12/3/2021).

Presiden Joko Widodo mengutus Muhamad Mardiono salah satu Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) takziah ke rumah Habib Hasan Mulachela di kawasan Pasarkliwon, Kota Solo, Jawa Tengah.

Mardiono bersama rombongan tiba di kediamaan Hasan Mulachela sekitar pukul 16.30 WIB. Sementara jenazah Habib Hasan tiba di kediaman sekitar pukul 17.25 WIB melalui jalur darat dari Jakarta.

Usai takziah, Mardiono mengucapkan rasa duka cita mendalam dan belasungkawa atas wafatnya Habib Hasan yang dikenal nyentrik di Kota Bengawan tersebut. Menurutnya, Habib Hasan adalah sosok yang sulit digantikan.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama keluarga besar anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI mengucapkan kehilangan sosok yang sulit digantikan. Beliau adalah sosok yang sangat peduli dan peka terhadap persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat kita,” ucap Mardiono kepada Ayojakarta.

“Beliau tidak pernah memilah dan memilih. Beliau tidak pernah mendiskriminasi siapa pun. Semua orang yang mengalami kesulitan diberikan solusi. Bahkan beliau tidak sungkan, langsung turun ke lapangan untuk memberikan sesuatu berbagi yang tidak pernah ada hentinya sampai ke pelosok Nusantara ini,” kenangnya.

Dia menceritakan, kegiatan terakhirnya bersama Habib Hasan saat mengunjungi dan mengawal para pedagang Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur yang menuntut keadilan. Mardiono diajak datang dan melihat langsung keluh kesah pedagang Pasar Turi.

“Di sana saya diajak dialog langsung dengan pedagang saat bersama Habib Hasan. Dari persoalan itu, kami tahu bahawa Habib Hasan adalah pejuang rakyat kecil, tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golongan. Semua dirangkul dan diberikan solusi,” urainya.

“Kita sangat kehilangan. Kita doakan semoga kepulangan di hari Jumat ini, beliau diterima di sisi Allah SWT dan diberikan surganya Allah. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhalasan karena ini semua adalah takdir,” sambungnya.

Dia mendoakan, generasi Habib Hasan Mulachela bisa meneruskan jejak sosial dari sang ayah, turun dan menyentuh orang-rang terpinggirkan tanpa melihat latar belakang. ”Insyasllah, generasi yang meneruskan beliau untuk menjalankan kegiatan-kegiatan sosial lagi yang seperti pernah beliau laksanakan,” pungkasnya.

Di depan rumah duka, karangan bunga ucapan duka terpampang dari Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Tjahjo Kumolo, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Semasa hidup, Hasan Mulachela dikenal sebagai Sinterklas Berpeci Putih. Hobinya berbagi di semua kalangan mendapatkan respons positif dari masyarakat Kota Solo. Bahkan beberapa waktu lalu, pria nyentrik ini melanjutkan perjalanaan berbagi ke sesama di daerah DKI Jakarta.

Aktivitas terakhir politikus senior PPP itu ikut menyambangi Pasar Turi Surabaya setelah sebelumnya menerima keluhan sejumlah pedagang di pasar tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar