Yamaha

Polisi Tangkap 7 Pelaku Pembuat Meterai Palsu

  Rabu, 17 Maret 2021   Fichri Hakiim
barang bukti meterai palsu yang berhasil diamankan polisi. (Ayojakarta/Fichri Hakiim)

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM -- Polres Kota Bandara Soekarno Hatta mengamankan tujuh pelaku terkait dugaan penjualan meterai palsu. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mengungkap kasus dugaan tindak pidana menjual, menawarkan dan menyediakan untuk dijual meterai yang tidak asli, palsu, atau dibuat secara melawan hukum. 

"Pada hari Minggu (7/3/2021) sekira jam 15.00 WIB, Tim Garuda Sat Reskrim Polres Kota Bandara Soekarno Hatta menindaklanjuti informasi dari pengguna jasa pengiriman, bahwa terdapat pengiriman meterai ke berbagai wilayah," ujarnya, Rabu (17/3/2021). 

AYO BACA : Sepeda Nonlipat Diizinkan Masuk MRT, Ini Ketentuannya

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Garuda Satuan Reskrim Polres Kota Bandara Soekarno Hatta kemudian melakukan penyelidikan terkait hal ersebut. Kemudian, mendapati adanya produksi dan peredaran meterai palsu yang dilakukan oleh para pelaku. 

Dalam kasus ini, petugas kepolisian mengamankan tujuh pelaku berinisial S, WA, SN, B, H, M dan A. Ketujuh pelaku memiliki peran yang berbeda dalam melakukan aksinya. 

Pelaku S berperan membuat materai palsu, lalu WA berperan sebagai penjual dan pengirim meterai palsu kepada pemesan. 

AYO BACA : Kasus Mercy Tabrak Pesepeda, Polda Metro Jaya Lakukan Olah TKP

Kemudian, pelaku SN berperan sebagai yang melakukan desain meterai dan mencetak meterai palsu. B sebagai pembeli meterai palsu. 

Sementara itu, H berperan sebagai penyedia foil hotprint hologram, M berperan sebagai pembuat lubang pada lembaran meterai (penjahit) dan A sebagai pemilik atau admin dari akun online shop yang menjual meterai palsu tersebut. 

"Membawa barang bukti berupa meterai palsu untuk dilakukan pemeriksaan  ke Laboratorium Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia). Lalu melakukan pemeriksaan terhadap ahli meterai yang ditunjuk oleh Perum Peruri," jelas Yusri. 

Dari tangan pelaku, petugas kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 buah amplop berwarna cokelat berisi 250 lembar meterai nominal Rp10 ribu, 1 kartu ATM, 22 lembar meterai tempel nominal Rp10 ribu, 2 lembar meterai tempel nominal Rp6.000, 1 buah printer, 1 rim kertas polos pembuat meterai, satu set meja dan alat sablon, 9 plastik rol besar bahan pembuat hologram, 10 plastik rol kecil bahan pembuat hologram dan 50 rim kertas bahan cetakan polos meterai Rp10 ribu. 

Akibat perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 253 KUHPidana dan atau Pasal 257 KUHPidana dan atau Pasal 24 dan  Pasal 25 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai. Pelaku juga terancam pidana penjara paling lama 7 tahun dan pidana denda paling banyak Rp500 juta. 

AYO BACA : Alasan Warga DKI Pilih Naik Transjakarta Ketimbang Angkot : Lebih Nyaman dan Murah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar