Yamaha

Tiga Tips Penting dari Ahli Nutrisi Agar Tak Gagal Turunkan Berat Badan

  Senin, 29 Maret 2021   Husnul Khatimah
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Banyak orang bingung untuk memulai diet tidak mengetahui jenis diet yang cocok dengan tubuh.

Mungkin saja, kita sebenarnya bisa menurunkan berat badan. Namun, permasalahannya adalah kita tidak bisa mempertahankannya.

Berikut ada beberapa cara agar kita bisa beradaptasi untuk menurunkan berat badan dan menurunkannya. Cara ini disarankan oleh Ahli Nutrisi asal Boston Amerika Serikat, Lainey Younkin, yang dilansir laman Eating Well, Minggu (28/3).

1. Membiasakan diri dengan proses yang lama
Jumlah penurunan berat badan yang aman dan berkelanjutan adalah sekitar satu kilogram per pekan. Pada kenyataannya, pada awalnya penurunan mungkin terlihat lebih seperti satu kilogram satu kilogram sampai 1,3 kilogram per pekan. Kemudian, penurunan berikutnya adalah 0,2 kilogram saja dan akan bertahan selama beberapa pekan lalu angka penurunan naik lagi.

Grafik penurunan berat badan akan lebih terlihat seperti tangga atau garis berlekuk-lekuk daripada tren linier yang sempurna. Jika itu melompati semua tempat, tetapi trennya turun secara keseluruhan, maka penurunan berat badan yang kita lakukan pun benar.

Ada 52 pekan dalam setahun jadi bersiaplah untuk berkomitmen setidaknya satu tahun mengubah kebiasaan. Bahkan untuk jangka panjang, cobalah dan hanya terapkan kebiasaan yang menurut dapat pertahankan untuk jangka panjang.

2. Andalkan seorang profesional untuk membantu
Ini bukan waktunya untuk mencoba detoksifikasi atau diet ketat lain yang dipromosikan oleh influencer Instagram. Sebab, itu adalah diet terselubung, yang diet berhasil untuk jangka pendek tetapi tidak untuk jangka panjang.

Penurunan berat badan jangka panjang adalah tentang hal kecil, perubahan kebiasaan yang dapat diikuti seiring waktu. Mereka yang berhasil menurunkan berat badan biasanya bekerja dengan profesional perawatan kesehatan, biasanya dokter, ahli diet terdaftar, dan terapis.

"Saya pernah mengalami diet ketat dan kehilangan 45 kilogram sebelumnya dan saya secara fisik lebih kurus tetapi sama sekali tidak lebih sehat secara mental, jadi kesabaran dan ketekunan serta kemampuan untuk jatuh dan bangkit lagi dan lagi,” ucap salah satu pasien Younkin, Sarah.

Selain itu, jika kita merasa memiliki kelainan kebiasaan makan seperti makan berlebihan, sebaiknya kita mencari bantuan dari konselor yang mengkhususkan diri dalam hal itu. Oleh karena perjalanan penurunan berat badan sangat sulit, ahli kesehatan memberikan dua hal penting: rekomendasi penurunan berat badan berbasis sains dan akuntabilitas dari seseorang yang bukan teman dekat.

3. Memantau konsumsi makanan kita setidaknya untuk memulai
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memantau makanan mereka paling berhasil dalam menurunkan berat badan dan mempertahankannya. Pelacakan tidak dimaksudkan untuk dilakukan selamanya, tetapi dapat menjadi alat yang berguna sampai kebiasaan baru muncul.

Kebiasaan adalah perilaku otomatis. Semakin banyak kebiasaan yang kita buat, semakin sedikit keputusan yang harus dibuat dan semakin banyak ruang otak yang dimiliki untuk memikirkan hal-hal lain.

Anda tentu tidak perlu melakukan ini selamanya, tetapi ini mungkin memberi Anda gambaran yang lebih baik tentang seperti apa sajian oatmeal di mangkuk kita, atau berapa banyak keripik acak yang Anda makan saat Anda mencoba dan mencari tahu apa yang harus dibuat untuk makan malam.

Anda dapat memantau makanan dalam buku harian tertulis, dengan mengambil foto, di aplikasi penghitung kalori, atau kombinasi keduanya. Jika kita belum pernah melacak kalori, ini bisa menjadi awal yang baik agar kita terbiasa dengan ukuran porsi dan makronutrien (lemak, protein, dan karbohidrat).

Namun, penghitungan kalori bisa menjadi obsesif dan menjadi bumerang, membuat kita kehilangan kontak dengan sinyal rasa lapar dan kenyang. Bekerjalah dengan ahli diet terdaftar yang dapat membantu menemukan pendekatan pelacakan terbaik untuk kita  dan juga dapat meninjau makanan kita.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar