Yamaha

Harian Covid-19 DKI Jakarta Hanya Bertambah 736 Kasus Baru (Update 4 April 2021)

  Minggu, 04 April 2021   Aini Tartinia
Harian Covid-19 DKI Jakarta Hanya Bertambah 736 Kasus Baru (Update 4 April 2021)

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 736 kasus pada Minggu (4/4/2021). Angka ini lebih rendah dibanding kasus pada Sabtu lalu, yakni sebanyak 1.098 kasus.

Rekor kasus tertinggi di DKI Jakarta terjadi pada 7 Februari 2021 yaitu sebanyak 4.213 kasus. Sebelumnya, kasus tertinggi di DKI Jakarta, terjadi pada 22 Januari 2021 sebanyak 3.792 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 386.466 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 373.487 kasus serta 6.364 kasus meninggal dunia.

Dari hasil tersebut, dapat diperoleh besaran kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta per 4 April sebanyak 6.615 kasus, lebih rendah dari Sabtu kemarin yaitu 6.908 kasus.

Dari grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

28 Maret: 1.470 kasus

29 Maret: 1.014 kasus

30 Maret: 384 kasus

31 Maret: 965 kasus

1 April: 1.337 kasus

2 April: 1.240 kasus

3 April: 1.098 kasus

4 April: 736 kasus

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta tengah menimbang untuk menerapkan kembali kebijakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta seusai penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro pada 5 April 2021 besok.

“Terkait SIKM, nanti kita akan merumuskan apakah nanti setelah tanggal 5 April habis PPKM Mikro, selanjutnya akan kita rumuskan diperlukan atau tidak SIKM,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza kepada wartawan Balai Kota, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk di dalamnya Pemerintah Pusat dan daerah penyangga Ibu Kota. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut meminta pendapat dari sejumlah epidemiolog dan pakar terkait.

“Prinsipnya, Jakarta sebelum memutuskan selalu melibatkan para ahli, pakar, forkopimda, termasuk dengar masukan dari warga dan kritiknya. Kita jadikan satu pertimbangan masukan itu,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan dirinya tengah menimbang pemberlakuan kembali Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) menyusul larangan mudik Lebaran 2021 yang telah dikeluarkan Pemerintah Pusat.

Anies menuturkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memiliki landasan hukum pemberlakuan SIKM yang tertuang dalam Pergub 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan atau masuk Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Tahun ini kita lihat apakah kita menggunakan Pergub yang sama atau nanti ada aturan baru dari pemerintah pusat yang menjadi rujukan,” kata Anies di Bundaran HI, Minggu (28/3/2021).

Menurut dia, larangan mudik dari pusat itu perlu diwujudkan dalam bentuk peraturan hitam di atas putih. Dengan demikian, petugas di lapangan memiliki petunjuk teknis dan legimasi untuk melakukan penindakan protokol kesehatan Covid-19.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar