Yamaha

Bolehkah Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadan?

  Senin, 05 April 2021   Firda Puri Agustine
Ilustrasi pemakaman / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Ziarah kubur menjelang bulan Ramadan menjadi pemandangan yang biasa bagi Muslim di Indonesia. Setiap tempat pemakaman umum (TPU) di kota dan di desa penuh orang berziarah kubur kepada keluarga kolega yang telah tiada.

Benarkah ziarah kubur menjelang Ramadan itu bid'ah alias tidak ada tuntunannya dari Baginda Nabi Muhammad SAW? Dewan Asatidz Pesantren Mahasiswa Ihya Qalbun Sal Jakarta Ustaz Ahmad Zarkasih Lc. memastikan ziarah kubur menjelang Ramadan yang dilakukan kebanyakan Muslim Indonesia itu bukan sesuatu yang terlarang, bukan sesuatu yang bid'ah.

"Ziarah kubur yang di dilakukan menjelang Ramadan bukan ibadah yang mengada-ngada justru ibadah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW," kata Ustaz Ahmad Zarkasih seperti dikutip Republika-jejaring Ayojakarta, Minggu (4/4/2021).

Apa yang dilakukan sebagian umat Islam Indonesia, ziarah kubur menjelang Ramadan itu ada tuntunannya dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits yang masyhur sekali Nabi SAW bersabda.

"Dahulu, aku pernah melarang kalian berziarah kubur, tapi saat ini berziarahlah kalian karena itu mengingatkan kalian kepada kematian." ( HR. Muslim).

Jadi kata Ustaz Ahmad Zarkasih ziarah kubur itu pada hakikatnya untuk mengingatkan kita semua yang hidup kepada kematian. Dan sekaligus mengingatkan saat hidup jangan angkuh dan sombong atas apa yang dimiliki dan dikuasi di dunia ini.

"Ketika ziarah kubur ke kuburan kita ingat dia, inikan dulu kuburan Jenderal yang dulu jabatannya tinggi posisinya strategis ditakuti banyak orang disegani banyak lawan kalau dia lewat orang pada cium tangan. Akan tetapi lihat dia sekarang tidak berdaya, jadi ziarah ini mengingatkan kita mati supaya kita jangan sombong," katanya.

Dan yang paling penting kata Ustaz Ahmad Zarkasih dalam hadits di atas itu, Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita semua bahwa ziarah kubur itu tidak dibatasi oleh waktu-waktu tertentu. Jadi kapan pun jika ada waktu dan kesempatan ziarahlah untuk mengingat mati. 

"Nabi Muhammad memerintahkan ziarah kubur secara mutlak tanpa dibatasi waktu. Ziarah kuburlah kalian karena sesungguhnya mengingatkan kepada kematian," katanya.

Nabi tidak melarang dan menganjurkan ziarah kubur menjelang Ramadan, selasai Idul Fitri atau waktu-waktu tertentu. Nabi hanya memerintahkan ziarah kubur kepada umatnya untuk mengingat mati.

"Nabi Nabi Muhammad memerintahkan kita ziarah kubur mutlak tanpa ada ikatan waktu. Maka kapanpun kita ziarah kubur pagi, siang, sore, Senin, Selasa, Rabu Kamis, Jumat itu sah-sah saja kalau orang memilih jarah kubur menjelang Ramadan kenapa disalahkan," katanya.

Karena Nabi Muhammad pun tak pernah membatasi waktu untuk ziarah kubur kemudian orang pilih jarah kubur menjelang Ramadan tidak ada yang salah. Sebagaimana kata Ustadz Ahmad Zarkasih kita diperintahkan oleh syariat untuk banyak dzikir (mengingat) lalu memilihnya dzikir pagi, siang, sore dan malam dan seterusnya tidak ada masalah.

"Maka ibadah yang tidak ada batas waktu jangan di batas-batasin. Jangan membatasi ibadah dengan waktu tertentu padahal syariatnya tidak pernah membatasi," katanya.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar