Yamaha

Bantuan Korban PHK akan Selama 6 Bulan, Peraturan Menaker sedang Digodok

  Rabu, 07 April 2021   Aini Tartinia
Bantuan Korban PHK akan Selama 6 Bulan, Peraturan Menaker sedang Digodok/republika/prayogi

 

SENAYAN, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah menggodok kebijakan bantuan tunai untuk korban pemutusan hubungan kerja atau PHK selama 6 bulan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan bantuan tunai untuk korban untuk PHK itu merupakan salah satu manfaat yang bisa diterima dari program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Melalui program tersebut, para korban PHK bisa mendapatkan gaji 45% dari upahnya selama tiga bulan pertama setelah menjadi peserta JKP. Kemudian, pada tiga bulan berikutnya mereka akan menerima 25% dari upahnya. Dan ini diberikan paling lama enam bulan,” kata Menteri Ida dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (7/4/2021).

Menaker menjelaskan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan proram tersebut, peserta belum berusia 54 tahun. Selain itu, di perusahaan sebelumnya, harus berkapasitas sebagai pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

“Di luar itu, tentu tidak memenuhi syarat kepesertaan,” ujarnya.

Syarat selanjutnya, kata Menteri Ida, adalah bukan merupakan pekerja yang mengalami PHK karena mengundurkan diri. Pasalnya, pekerja yang mengalami PHK ini sesuai dengan UU Cipta kerja pasal 154A UU No.11 Tahun 2020 tidak termasuk penerima bantuan.

“Dikecualikan untuk alasan PHK karena mengundurkan diri, cacat total tetap, pensiun, dan meninggal dunia,” kata Menakert.

Syarat lainnya adalah korban PHK yang memiliki keinginan untuk bekerja kembali. Selain itu, korban PHK harus memiliki masa iuran pada jaminan sosial yang disyaratkan sebelumnya paling sedikit 12 bulan dan telah membayar setidaknya enam bulan berturut-turut sebelum di-PHK.

“Pekerja yang memiliki masa iur paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan, membayar iuran 6 bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar