Yamaha

Wagub DKI: Hanya 30 Persen Orang Tua Izinkan Anaknya Sekolah Tatap Muka

  Kamis, 08 April 2021   Aini Tartinia
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelum Covid-19 (Republika)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengakui partisipasi orang tua siswa dalam mengizinkan anaknya mengikuti piloting uji coba sekolah tatap muka terbilang rendah.

"Memang ada kekhawatiran ini sesuatu yang wajar, tidak ada masalah luar biasa, nanti para orang tua juga pada saatnya akan memahami dan mengerti," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Ariza mengungkapkan baru 30% orang tua murid di Jakarta yang mengizinkan anaknya mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Sementara sisanya masih merasa khawatir melepas anaknya mengikuti PTM yang akan berlangsung dari tanggal 7 sampai dengan 29 April 2021.

Orang nomor dua di Jakarta itu lantas menyatakan, Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan dan mengoptimalisasi PTM ini dengan sebaik-baiknya. 

"Sehingga menimbulkan kepercayaan publik khususnya para orang tua," kata Ariza.

Menurutnya, untuk meyakinkan para orangtua murid tentunya sejumlah sarana dan prasana pendukung harus lengkap. Para pendidik pun, dipastikan telah mendapat suntik vaksin Covid-19. 

"Dan tentunya juga yang tidak kalah penting adalah siswa dan orangtua memahami Prokes (protokol kesehatan) dengan baik," jelasnya. 

Dengan menjalankan semua yang disebutkannya di atas tersebut, Ariza pun optimis nantinya tingkat kepercayaan orangtua tua murid terus meningkat. "Secara bertahap terus kita lihat, Insya Allah hasilnya baik," ucapnya. 

Diketahui, Pemprov DKI  melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah menerapkan piloting uji coba Pembukaan Sekolah Terbatas dengan Sistem Pembelajaran Campuran (Blended Learning) pada 85 sekolah yang ada di wilayah Jakarta. 

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana,  memberikan gambaran belajar tatap muka di Jakarta  mulai tanggal 7 April - 29 April 2021 akan berlangsung seminggu sekali untuk satu jenjang kelas tertentu.

"Durasi belajar juga terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari," kata Nahdiana di Jakarta, Selasa (06/04/2021) lalu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar