Yamaha

Kuliner Ramadan: Curhatan Hati Pedagang Timun Suri di Tengah Pandemi

  Selasa, 13 April 2021   Yogi Faisal
Pedro, salah satu penjual timun suri asal Kampung Hulurawa, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor (Yogi Faisal/ AyoBogor)

RANCABUNGUR, AYOJAKARTA.COM - Bagi masyarakat Bogor, timun suri sudah menjadi hidangan wajib saat berbuka puasa.

Sifatnya yang mampu menyejukkan perut saat dikonsumsi, membuat buah yang masuk dalam jenis labu-labuan tersebut amat cocok dinikmati dengan berbagai hidangan es.

Namun siapa sangka, di balik kenikmatan dan manfaat yang dimiliki timun suri, ada sejumlah kegelisahan yang belum banyak diketahui masyarakat umum.

Sebab, hingga awal ramadan ini permintaan pesanan untuk timun suri di sejumlah pasar tradisional masih belum terlihat.

Pedro, salah satu penjual timun suri asal Kampung Hulurawa, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor mengaku gelisah lantaran sampai saat ini, permintaan timun suri di sejumlah pasar tradisional nampak landai.

"Mungkin karena masih awal ramadan jadi belum terlihat adanya peningkatan pesanan. Tapi semoga saja di pekan ini ada peningkatan pesanan dari pasar-pasar tradisional," katanya kepada ayobogor.com Selasa 13 April 2021.

Pria yang sudah berjualan timun suri selama lima tahun itu mengaku optimistis, meski belum begitu terlihat adanya peningkatan pesanan dari pasar-pasar tradisional, Pedro mengaku yakin jika pada tahun ini timun suri akan mengalami peningkatan pesanan.

"Kalau saya yakin ramadan tahun ini timun suri akan naik daun lagi, apalagi sekarang semuanya perlahan sudah mulai normal lagi, tidak seperti tahun kemarin yang serba dilarang dan ketat," ucapnya.

Sekedar diketahui, harga perkilogram timun suri pada ramadan tahun ini tidak mengalami perubahan harga dari tahun sebelumnya. Untuk harga 1 kilogram timun suri, biasanya petani menjualnya Rp5 ribu perkilogram ke pasar-pasar induk.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar