Yamaha

Cek Rekening, Ya! Insentif 4.684 Nakes Cair, Nilainya Rp31,7 Miliar

  Minggu, 18 April 2021   Aini Tartinia
Cek Rekening, Ya! Insentif 4.684 Nakes Cair, Nilainya Rp31,7 Miliar/ayosemarang/istimewa

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan, dalam sepekan ini pemerintah telah mencairkan insentif kepada tenaga kesehatan (nakes) dengan total Rp31,1 miliar.

Budi mengatakan lewat akun Twitter pribadinya @BudiGSadikin pada hari ini (18 April 2021), sejak 12 hingga 16 April pemerintah membayarkan insentif kepada 4.686 nakes.Jumlah tersebut sekitar 82% dari total pengajuan insentif yang tertuang dalam surat perintah membayar langsung (SPM-LS) sebanyak 5.253 nakes.

Sementara itu, untuk fasilitas kesehatan (faskes) yang mengajukan sebanyak 19 faskes, di mana 10 faskes yang berhasil disalurkan. Kemudian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyalurkan tunggakan insentif pada 2020 sebesar Rp26 miliar kepada 4.603 nakes.

Budi Gunadi pun memastikan bahwa insentif nakes yang akan dibayarkan akan terus bertambah setiap harinya. “Akan terus bertambah per hari. Seluruh Kemenkes saya minta kerja keras,” tegasnya.

Sebelumnya, Kemenkes menerbitkan aturan baru terkait insentif bagi nakes yang menangani Covid-19. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07?MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang menangani Covid-19.

Adapun, terdapat beberapa pembaruan aturan dalam KMK tersebut:

Pertama, insentif akan dikirim langsung ke rekening para nakes. Prosesnya, rekening ini harus diinformasikan kepada badan PPDSM (Pengembangan dan Penjagaan Sumber Daya Manusia) agar bisa dibayarkan langsung.

Upaya ini disebut untuk menghindari kemungkinan terjadinya pungutan atau pemotongan dan lebih bisa dimonitor apabila terjadi keterlambatan pembayaran.

“Perbaikan dari regulasi ini jika dibandingkan pada tahun 2020 di antaranya mengenai kriteria fasilitas pelayanan kesehatan dan kriteria tenaga kesehatan. Maka prioritas ini difokuskan kepada yang menangani Covid-19,” tutur Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan dr. Kirana Pritasari dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Poin selanjutnya adalah karena penerima insentif adalah para nakes yang bekerja, maka usulan penerima insentif harus berasal dari faskes.

Kemudian, insentif tidak disamakan besarannya pada setiap individu tenaga kesehatan. Semakin tinggi risiko paparan terhadap penyebaran Covid-19 maka akan mendapatkan insentif secara lebih optimal, sehingga ada perbedaan insentif tenaga kesehatan yang bekerja pada zona-zona tertentu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar