Yamaha

Tak Ada Pilihan Lain, Pengguna KRL Commuter Line Curhat Rela Desak-desakan

  Minggu, 02 Mei 2021   Aini Tartinia
Tak Ada Pilihan Lain, Pengguna KRL Commuter Line Curhat Rela Desak-desakan/Twitter

TEBET, AYOJAKARTA -- Masih terjadinya antrean panjang dan kerumunan di KRL Commuter Line Jabodetabek, kembali mendapat sorotan. Kondisi tersebut sangat rawan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Seperti diungkapkan salah seorang warganet di Twitter yakni vn.aditya dengan akun @MrLahap. Dalam cuitannya, netizen ini mengungkapkan keluh kesah, para pengguna commuter line yang kerap terjadi kerumunan. Tetapi, seolah tidak berdaya menghadapi keluhan tersebut.

“Dear CL (Commuter Line), sebagai orang awam, aku ingin berterima kasih untuk segala usahamu memajukan sarana transportasi di area Jabodetabek ini. Dan terima kasih untuk terus sabar menghadapi dilema kami,” kicau @MrLahap, Minggu 2 Mei 2021.

Dalam sejumlah postingan yang diunggah, tampak sejumlah keluhan pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek disampaikan langsung melalui Twitter @CommuterLine, seperti antrean panjang penumpang di Stasiun Bogor yang terjadi pagi hari.

Kemudian, kerumunan di dalam KRL Commuter Line yang tanpa jarak, penumpang menumpuk dan mepet-mepetan. Begitupun dengan antrean panjang yang terjadi di Stasiun Jayakarta seperti di Bogor. Termasuk pintu KRL yang tidak bisa buka otomatis.

Semua keluhan itu, diunggah kembali, tetapi tetap tidak ada solusi dan tinggal menjadi keluhan saja. Menurut warganet ini, semua pihak bertanggung jawab terhadap terjadinya penumpukan tersebut.

“Aku kagum dengan teknologi sosial media yang membuat masyarakat sekarang aktif untuk berinteraksi dengan CL pada setiap masalah atau pun saran. Dan ku akui pula admin CL sangat responsif dalam menjawab,” sambung akun itu lagi.

Menurut dia, upaya maksimal telah dilakukan pihak KRL Commuter Line. Terutama dalam pembatasan jumlah penumpang dengan dipangkasnya kuota tiap gerbang. Tetapi kebijakan ini juga berdampak. Persoalannya, pengguna jasa KRL Commuter Line Jabodetabek tetap banyak dan tidak bisa dibendung. Apalagi, banyak dari penumpang KRL itu memang rela berdesakan, karena biayanya yang murah.

Selain itu, menurutnya, persoalan kerumunan dan antrean di KRL Commuter Line Jabodetabek, merupakan masalah bersama. Apalagi, moda transportasi ini masih menjadi primadona dan belum tergantikan. Keluhan ini pun mendapat jawaban langsung dari pihak @CommuterLine.

“Terima kasih. Apresiasinya akan menjadi masukan dan motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk memenuhi kepuasan pelanggan dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengatakan kerumunan yang terjadi di Stasiun Tanah Abang tempo hari berhubungan dengan kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Pasar Tanah Abang yang juga dipenuhi pengunjung.

“Antrean penyekatan pengguna merupakan upaya untuk menjaga agar jumlah pengguna yang dapat naik ke dalam tiap kereta tidak melebihi ketentuan yaitu 74 pengguna per kereta. Pengguna juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh,” kata Ane dalam keterangan tertulis, Sabtu 1 Mei 2021.

Dia menjelaskan frekuensi perjalanan KRL juga tetap dijaga dengan mengoperasikan 984 perjalanan KRL per harinya. Sehingga, prokes Covid-19 tetap dilaksanakan dan cluster Covid-19 bisa dihindari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar