Yamaha

Sepuluh Hari Terakhir, Ramadhan Care Line Targetkan 1.000 Ton Beras pada Masyarakat

  Senin, 03 Mei 2021   Fichri Hakiim
Presiden ACT Ibnu Khajar dan Penanggung Jawab Waqf Distribution Center (WDC) Pungki Martha Kusuma, menargetkan layanan Ramadhan Care Line di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. (Fichrihakiim/Ayojakarta.com)

 

PASAR MINGGU, AYOJAKARTA -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan bantuan untuk keluarga prasejahtera di bulan Ramadan, melalui Ramadhan Care Line.

Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan, pada sepuluh hari terakhir Ramadan ini, layanan  Ramadhan Care Line akan buka 24 jam. Layanan tersebut ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pangan.

"Kami sampaikan layanan Ramadhan Care Line akan buka 24 jam. Gudang-gudang sudah kami siapkan, relawan dan Humanity Bikers sebanyak 642 orang sudah disiapkan, kami ingin semua kantor cabang juga bergerak," ujarnya di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin 3 Mei 2021.

Ibnu juga mengajak para dermawan untuk berpartisipasi dalam menambah amalan-amalan saleh, termasuk salah satunya bersedekah.

"Semoga sepuluh hari terakhir dan Lailatul Qadr tidak hanya sekadar orang yang hidup malam itu dengan sujud dalam masjidnya, menyelesaikan bacaan Al-Qur’annya. Tapi kita ingin semua orang juga mendatangi saudaranya dan memastikan jangan sampai ada orang kelaparan di kiri-kanan rumahnya. Semoga Ramadhan Care Line ini bisa memfasilitasi hal itu," ujarnya. 

Dalam sehari, layanan Ramadhan Care Line dapat menerima total 5000 penelepon. ACT bekerja sama dengan para pengemudi ojek daring dan langsung mengantarkan pangan ke lokasi yang dituju.

Sementara itu, Penanggung Jawab Waqf Distribution Center (WDC) Pungki Martha Kusuma mengatakan, layanan Ramadhan Care Line menargetkan menyapa 100 ribu penerima. Tak hanya itu, logistik pun sudah dipersiapkan guna mencapai angka yang dimaksud.

"Target kita ini di sepuluh hari terakhir akan mendistribusikan kurang lebih 300 ton beras, kita ikhtiarkan sampai 1.000 ton, tentu karena kita melihat histori dari masa lalu ini cukup banyak ketika sepuluh hari terakhir," jelas Pungki.

Untuk layanan Ramadan Care Line, masyarakat yang membutuhkan dapat menghubungi nomor  08001-165-228 dan melengkapi data administrasi yang diperlukan.

Ketika telepon sudah tersambung dengan petugas customer call center, petugas akan menanyakan data diri administrasi seperti KTP dan Kartu Keluarga.

"Yang disampaikan kepada kami adalah KTP dan Kartu Keluarga itu untuk verifikasi data sebenarnya," kata Pungki.

Selain permintaan oleh penerima manfaat sendiri, penelepon Ramadan Care Line juga bisa meminta pengiriman bantuan kepada orang lain yang membutuhkan. Misalnya, kita melihat kondisi tetangga yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, kita dapat menghubungi Ramadan Care Line.

Ramadhan Care Line sejatinya berawal dari Humanity Care Line yang telah diluncurkan pada tahun 2020 lalu, guna membantu warga yang terdampak pandemi.

Layanan ini berupa penyedia bahan pangan berupa beras wakaf dan air minum Wakaf bagi masyarakat terdampak wabah dan karantina wilayah. Caranya, penerima manfaat cukup menghubungi nomor layanan serta melengkapi administrasi data, setelah itu bantuan akan segera diantar kepada alamat penelepon.

Sepanjang tahun 2020, Humanity Care Line telah menyapa hampir 1,7 juta jiwa yang berada di 13 kota dan kabupaten yang terletak di wilayah Jabodetabek.

Saat ini di tahun 2021, Humanity Care Line terus berjalan dan beroperasi di wilayah yang sama. Hadirnya Humanity Care Line ikut membantu kebutuhan masyarakat. Hingga Mei 2021, sudah ada lebih dari 420 ribu penerima yang merasakan manfaat dari hadirnya program ini. 

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar