Yamaha

Suami Joanna Alexandra Kritis di ICU, Kena Badai Sitokin Pasca Covid-19

  Rabu, 05 Mei 2021   Firda Puri Agustine
Joanna Alexandra dan suami / dok. Instagram

TEBET, AYOJAKARTA - Aktris Joanna Alexandra kembali membagikan kondisi terakhir suaminya, Raditya Oloan yang kini masih dalam perawatan ICU Rumah Sakit Persahabatan. Melalui akun Instagramnya, Joanna menyatakan bahwa sang suami mengalami badai sitokin pasca terinfeksi Covid-19.

"Kondisinya post-covid dengan komorbid asma, dan dia sedang mengalami badai sitokin yang menyebabkan hiperinflamasi (peradangan) di sekujur tubuhnya...ditambah lagi ada infeksi bakteri yang lumayan kuat (tapi tidak sekuat Bapa kita tentunya!)," tulis Joana pada akun Instagramnya, Selasa (4/5/2021).

Menurut Joanna, kondisi tersebut juga membuat ginjal suaminya tak berfungsi dengan baik. 

"Oia dan sementara ini Radit lagi CVVH karena ginjalnya lagi kurang berfungsi dengan baik," imbuhnya. 

Badai sitokin sendiri terjadi bukan hanya karena Covid-19. Kondisi ini bisa terjadi pada flu, SARS, hingga Mers.

Penelitian yang diterbitkan dalam Pharmaceutical Sciences and Research oleh ilmuwan Universitas Indonesia menyatakan bahwa sitokin sendiri merupakan protein kecil yang memainkan peran penting dalam respons imun terhadap peradangan dan infeksi di dalam tubuh.

Namun, produksi sitokin yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jaringan akibat dari respons imun yang berlebihan.

Tingkat sitokin yang berlebihan atau tidak terkontrol ini yang kemudian malah bisa  menghasilkan hiperinflamasi. Inilah yang disebut badai sitokin, kondisi serius yang dapat membahayakan atau bahkan membunuh pasien.

Respons imun yang meningkat ini tidak terjadi pada semua pasien dengan infeksi parah. 

"Sejauh ini kami melihat beberapa orang merespons virus corona Covid-19 ini dengan cara hiper-inflamasi," kata Deepa Gotur, seorang dokter perawatan kritis di Rumah Sakit Methodist Houston seperti yang dikutip dari Health.

Deepa Gotur mengatakan bahwa badai sitokin yang memicu hiperinflamasi ini bisa memengaruhi paru-paru, jantung dan ginjal. Hal ini yang sering disebut dengan efek kerusakan multi organ akibat Covid-19 melalui badai sitokin. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar