Yamaha

Ternak Ikan Lele Bikin Cuan, Begini Cara Pilih Benih, Pakan, Hingga Kolamnya!

  Kamis, 06 Mei 2021   Firda Puri Agustine
Ikan Lele / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA - Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan tawar yang kerap dijadikan pilihan untuk budidaya. Selain menjanjikan keuntungan yang besar, cara perawatan dan budidaya ikan lele terbilang mudah dan dapat dilakukan dalam kolam kecil.

Meskipun begitu, penting untuk mengetahui cara budidaya lele yang benar supaya tidak mengalami gagal panen. Berikut beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum memulai budidaya ikan lele.

1.       Persiapkan kolam

Terdapat beberapa pilihan kolam yang bisa Anda gunakan untuk budidaya lele, mulai dari kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, jarring apung dan keramba.

Pastikan juga bahwa permukaan kolam lebih dalam supaya matahari tidak menembus ke permukaan air sampai membuat ikan kepanasan bahkan mati. Suhu kolam ikan lele paling baik berada pada 20 hingga 28 derajat celcius.

Setelah kolam dibersihkan dan ditambahkan molases untuk mencegah pertumbuhan alga hijau biru, tinggalkan kolam selama kurang lebih 5 hari sampai tumbuh lumut atau fitoplankton

2.       Pemilihan benih ikan lele

Pemilihan bibit menjadi salah satu kunci dalam membudidayakan ikan lele sehingga dapat menghasilkan lele kualitas unggul.

Beberapa ciri benih ikan lele yang tepat:

  •         Berukuran 5-7 cm
  •         Gerakan renang normal (dapat menantang arah arus datangnya air)
  •         Bibit lele jantan memiliki perut ramping dengan tulang kepala pipih, warna cenderung gelap, gerakannya lincah dan memiliki bentuk kelamin runcing
  •         Bibit lele betina memiliki perut yang lebih besar dari punggung, kepala cembung, Gerakan sedikit lamban dan bentuk kelaminnya bulat

3.       Pemberian pakan ikan lele

Setiap harinya, ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Lele juga memerlukan pakan dengan kandungan protein yang tinggi, seperti plankton pelet atau cacing. Sehingga pastikan untuk membaca komposisi yang terdapat pada kemasan pellet.

Pemberian makanan bisa dilakukan sebanyak 3-5 kali sehari, karena lele termasuk hewan nocturnal mereka dapat diberi makan di malam hari. Namun perlu diingat hindari memberi makan saat hujan, karena bisa merubah kualitas makanan yang tercemar zat asam

4.       Kualitas air kolam lele

Kolam ikan lele sebaiknya diganti saat memasuki masa panen, sehingga potensi penghambatan pertumbuhan akan berkurang. Namun apabila kolam terlalu kotor dan bau dengan sisa-sisa makan, buang sepertiga air yang berada di bawah dan ganti dengan yang baru.

Selain itu, usahakan mengganti air di pagi atau malam hari, supaya tidak terlalu panas dan berdampak buruk pada kualitas ikan lele.

5.       Antisipasi hama

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh protozoa, bakteri serta virus dapat mengakibatkan kematian pada ikan lele. Penyakit ini biasa ditandai dengan timbulnya bintik putih pada perut lele dan luka di sekitar kepala dan ekor.

Itulah pentingnya melakukan control kualitas air kolam. Sedangkan untuk menghindari predator, usahakan memasang jaring pada jalan masuk lele serta pagar pembatas

6.       Panen lele

Panen ikan lele dapat dilakukan setelah 2-3 bulan masa pemeliharaan dengan ukuran 7-8 ekor ikan lele tiap kilogramnya. Usahakan untuk tidak memberi makan ikan lele 24 jam sebelum dipanen demi mengurangi resiko ikan buang kotoran saat diangkut.

Panen ikan dengan cara menyurutkan air terlebih dahulu, lalu pindahkan ke tempat lain dengan jaring atau serok. Kemudian, lakukan penyortiran lele berdasarkan ukuran.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar