Yamaha

75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan, Febri Diansyah: Lempar Batu Sembunyi Tangan

  Kamis, 06 Mei 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi/ Istimewa

TEBET, AYOJAKARTA - Pegiat Antikorupsi, Febri Diansyah menyoroti pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo terkait Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Adapun, Tjahjo mengaku Kemenpan-RB tak dilibatkan dalam proses alih status pegawai lembaga antirasuah menjadi ASN. Sedangkan KPK mengaku pasrahkan nasib 75 pegawai ke Kemenpan-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kenapa terkesan seperti perlombaan lempar batu sembunyi tangan ya?" cuit Febri dikutip dari akun Twitter pribadinya @febridiansyah, Kamis 6 Mei 2021.

Cuitan mantan juru bicara (Jubir) KPK itu menanggapi cuitan Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Gita Putri Damayana. "Jadi sebetulnya nasib 75 pegawai yang konon tidak lolos tes wawasan kebangsaan ada di tangan Pak Firli dkk atau Pak Tjahjo dkk kalau boleh tahu? #kerapTerjadi," cuit @gitaputrid.

Perlu diketahui, alih status pegawai lembaga antirasuah menjadi ASN itu merupakan implementasi dari Undang-Undang (UU) No.19 Tahun 2019 tentang KPK.

Selain penyidik senior KPK Novel Baswedan, nama-nama yang dikabarkan tidak lolos tes dan akan diberhentikan dari KPK itu di antaranya, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto, Direktur Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas. Hal tersebut berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar