Yamaha

Sinopharm Jadi Vaksin China Pertama yang Dapat Izin WHO

  Sabtu, 08 Mei 2021   Firda Puri Agustine
Ilustrasi vaksin Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA - Mendahului vaksin Sinovac, ternyata vaksin Covid-19 buatan Sinopharm jadi vaksin pertama asal China yang lebih dulu mendapat Izin Penggunaan Darurat atau EUA dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Mengutip Channel News Asia, Sabtu 8 Mei 2021, tidak hanya jadi vaksin Covid-19 yang dapat EUA pertama dari WHO, vaksin Sinopharm juga jadi vaksin dari China pertama yang dapat EUA untuk penyakit menular apapun.

Adapun daftar EUA yang diberikan WHO digunakan sebagai tanda jaminan keamanan dan kemanjuran produk, dan bisa dimasukkan dalam program bantuan vaksin WHO, yaitu COVAX.

Program bantuan Covax ini akan diprioritaskan diberi kepada negara-negara yang sangat membutuhkan vaksin, karena tidak mampu membuat vaksin sendiri, atau jumlah penduduknya yang cukup banyak.

"Sore ini, WHO memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 buatan Sinopharm Beijing, dan menjadikannnya sebagai vaksin keenam penerima validasi WHO untuk uji keamanan, kemanjuran, dan kualitas," terang Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers.

Tedros juga menyebutkan, berdasarkan rekomendasi ahli vaksin Sinopharm, vaksin diberikan dalam dua dosis untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Adapun deretan vaksin yang sudah lebih dulu menerima EUA dari WHO adalah Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna.

WHO memutuskan memberikan izin untuk vaksin Sinopharm ini setelah Penasihat Strategis Ahli (SAGE) memberikan lampu hijaunya. Khususnya setelah meninjau risiko efek samping serius pada beberapa pasien dan kemampuan vaksin untuk mencegah penyakit yang dilaporkan tim peneliti Sinopharm.

 

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar