Yamaha

Merasa Dirugikan BWF Terkait Poin Olimpiade, PBSI Bakal Layangkan Surat

  Kamis, 13 Mei 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA -- Kabar buruk datang dari olahraga bulu tangkis. Rabu 12 Mei 2021, Badminton World Federation (BWF) membatalkan turnamen Singapore Open 2021.

Pembatalan turnamen ini merupakan yang kesekian kalinya setelah penundaan beberapa turnamen penting lainnya seperti India Open 2021 dan Malaysia Open 2021. Ketiga turnamen ini tidak berjalan semestinya akibat melonjaknya kasus Covid-19 di negara penyelenggara. 

Ketiga turnamen tersebut dirasa penting bagi para atlet karena masuk dalam perhitungan poin olimpiade. Menanggapi dibatalkannya Singapore Open yang merupakan turnamen terakhir dalam kualifikasi 'Race to Tokyo', PBSI angkat bicara.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengaku sudah memprediksi Singapore Open akan batal setelah Malaysia juga membatalkan turnamennya beberapa minggu lalu. Apalagi melihat aturan pemerintah Singapura dengan protokol kesehatannya yang ketat, kata dia, sangat tidak memungkinkan bagi atlet untuk bisa tampil maksimal.

"Jadi saya kira wajar saja, kalau BWF akhirnya membatalkan turnamen Singapura Terbuka. Pembatalan itu memang keputusan yang tepat, walau hal tersebut sangat merugikan bagi pemain kita, terutama bagi Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja yang tengah berjuang agar lolos ke Olimpiade Tokyo," ujar Rionny dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 13 Mei 2021.

Dengan batalnya Singapura Terbuka, tidak ada kesempatan lagi bagi atlet Indonesia untuk bisa menguji kemampuan sebagai  ajang pemanasan terakhir menuju Olimpiade Tokyo.

Selain itu, PBSI menyoroti kebijakan BWF yang dirasa tidak adil. Sebab, turnamen European Badminton Championship (EBC) 2021 bisa terselenggara pada minggu lalu dan masuk dalam hitungan poin olimpiade.

Hal itu dirasa merugikan atlet dari Asia yang seakan merasakan kegersangan turnamen. Rionny menuturkan hal tersebut perlu dikaji.

"Kalau memang perlu, PBSI akan layangkan surat kepada BWF untuk peninjauan. Atau kalau memang layak untuk protes, akan kita lakukan," tegasnya.

"Kalau dari BAC setuju dan kita bisa mengajak negara-negara Asia yang merasa dirugikan mendukung dan mau mengajukan protes ke BWF, ini akan lebih bagus," tambah dia.

Pembatalan tiga turnamen tersebut merugikan pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuel Widjaja. Mereka harus turun dari posisi kritis yaitu ranking 8 menjadi ke rangking 9. 

"Harusnya  BWF lebih bijak dan netral dengan tidak memasukkan Kejuaraan Eropa masuk dalam kualifikasi Olimpiade," ujar dia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar