Yamaha

Prostitusi Online di Hotel Jakarta Barat, 75 Orang Diamankan 18 Anak Dibawah Umur

  Senin, 24 Mei 2021   Fichri Hakiim
Ilustrasi (Pixabay)

KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA -- Polda Metro Jaya mengungkap kasus prostitusi online di dua hotel di kawasan Jakarta Barat. Kasus prostitusi online itu terbongkar setelah petugas kepolisian melakukan penggerebekan pada Rabu 19 Mei 2021 dan Jumat 21 Mei 2021 di dua hotel tersebut. 

Kasubdit 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto, mengungkapkan dalam kasus ini petugas kepolisian mengamankan sebanyak 75 orang, 18 di antaranya anak di bawah umur.

"Jumlah yang diamankan secara keseluruhan dari 2 lokasi yaitu 75 orang baik itu mucikari, wanita open BO, tamu serta karyawan dari hotel tersebut. Dengan rincian 18 orang anak dibawah umur menjadi korban dan 2 orang sebagai mucikari ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya dalam surat keterangan, Senin 24 Mei 2021.

Petugas kepolisian juga menemukan 18 anak di bawah umur yang turut diperjualbelikan. Kemudian, tujuh di antaranya telah dititipkan di Rumah Aman P2TP2A, dan enam lainnya dititipkan di BRSMPK Handayani. 

Pujiyarto menjelaskan, pelaku menjebak korban dengan cara berpura-pura akan menjadikannya pacar dan diajak menuju ke sebuah hotel.

"Pelaku dengan anak korban berkenalan melalui media sosial yaitu Facebook, Instagram, Michat. Selanjutnya, korban dan pelaku bertemu di tempat tongkrongan atau tempat 

makan," jelasnya.

Kemudian, pelaku menjadikan pacar dan mengajak anak korban untuk menginap di hotel selama beberapa hari. Selama pelaku dan korban menginap di hotel, pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri atau hubungan badan.

"Pelaku membuat akun aplikasi Michat dan mengoperasikan aplikasi Michat tersebut melalui handphone pelaku sebagai joki pencari tamu.

Lalu pelaku menawarkan korban kepada laki-laki melalui apliikasi Michat sebagai wanita BO (Booking Online) dalam praktek protitusi online, dengan tarif Rp300-500 ribu," kata Pujiyarto.

Uang dari hasil prostitusi online yang ditawarkan pelaku melalui aplikasi Michat, digunakan untuk membayar sewa kamar hotel, kebutuhan sehari-hari yang di tanggung oleh korban.

"Anak korban selain membayar sewa kamar hotel dan kebutuhan sehari-hari, juga memberikan komisi atau fee kepada pelaku sebesar Rp50-100ribu per tamu," ucapnya. 

Dalam kasus ini, petugas kepolisian turut menyita barang bukti berupa gawai, nota hotel, alat kontrasepsi dan sejumlah uang tunai. 

Atas kasus tersebut, polisi menetapkan AD (27) dan AP (24) sebagai tersangka kasus prostitusi online. AD dan AP dijerat Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, di pidana dengan pidana penjara paling lama 

10 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta dan atau Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU ITE, Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar