Yamaha

Pemerintah Belum Perpanjang Karantina Pendatang dari Negara Krisis Covid-19

  Sabtu, 05 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA -- Lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara harus diwaspadai Pemerintah Indonesia terkait kebijakan mobilitas antar negara. Pemerintah Indonesia dirasa harus menyiapkan kebijakan baru, termasuk penerapan perpanjangan karantina dari beberapa negara, dalam hal ini utamanya untuk negara Pakistan dan Filipina.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Susiwijono Moegiarso turut berkomentar. dia mengatakan pemerintah sedang membahas dan masih belum memutuskan kebijakan perpanjangan durasi karantina dari 5×24 jam menjadi 14×24 jam bagi pelaku perjalanan dari negara yang sedang mengalami krisis Covid-19.

"Keputusan ini masih dibahas lebih lanjut dalam Rapat rutin di Komite PC-PEN yang setiap minggu dilaporkan di Ratas Kabinet untuk mendapatkan arahan," kata dia di Jakarta, Sabtu 5 Juni 2021.

Dia menuturkan, banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Namun dia menegaskan pertimbangan tersebut nantinya yang utama dan prioritas tetap untuk pengendalian Covid-19.

"Namun juga harus mempertimbangkan aspek pemulihan ekonomi ke depan," pungkasnya.

Saat ini sesuai SE Satgas dan beberapa ketentuan lain, karantina untuk pelaku perjalanan internasional masih 5x24 jam, hanya pelaku perjalanan yang dari India atau melewati India saja yang ditetapkan karantina selama 14x24 jam.

Untuk pelaku perjalanan dari negara lain, termasuk Pakistan dan Filipina, masih belum diputuskan untuk menjalani karantina 14x24 jam.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar