Yamaha

Elang Jawa Lahir di TMII, Satwa Langka Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon

  Minggu, 13 Juni 2021   Aini Tartinia
Elang Jawa Lahir di TMII (foto), Satwa Langka Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon/Twitter @SitiNurbayaLHK

TEBET, AYOJAKARTA -- Dua anak badak Jawa lahir di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada Maret 2021. Ini menjadi kabar baik sekaligus kelahiran pertama anak badak Jawa di tahun 2021. Sementara itu, elang Jawa terlahir di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

Penampakan dua ekor anak badak Jawa itu terekam video trap di TNUK. Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, kedua anak badak yang terekam video trap itu lahir dari dua induk berbeda.

"Anak badak Jawa pertama dengan jenis kelamin betina mulai terekam video trap pada tanggal 18 Maret 2021 dari induk bernama Ambu. Sementara anak badak Jawa kedua berjenis kelamin jantan diperkirakan sudah berusia 1 tahun mulai terekam pada Maret 2021 bersama induknya bernama Palasari," kata Siti dalam cuitan Twitter akun @SitiNurbayaLHK, dikutip Ayojakarta pada Minggu, 13 Juni 2021.

Siti mengungkapkan penampakan dua ekor badak Jawa di TNUK merupakan kelahiran kedua bagi induk badak Ambu setelah tercatat sebelumnya melahirkan pada tahun 2017. Dengan demikian, jumlah badak Jawa di TNUK sampai bulan Mei 2021 ada 73 individu, 40 individu jantan dan 33 individu betina.

"Masih adanya kelahiran anak badak Jawa di TNUK, menunjukkan keberhasilan kebijakan full protection terhadap seluruh habitat badak Jawa di TNUK yang berkembangbiak dengan baik secara alami," ujarnya.

Selain kelahiran badak Jawa di TNUK, Siti Nurbaya juga menyampaikan kabar baik lainnya terkait kelahiran spesies endemik yakni elang Jawa di Lembaga Konservasi Taman Burung TMII pada 29 Mei 2021 lalu.

Keberhasilan penetasan ini pertama kali di Indonesia, dan dicapai melalui perjalanan panjang dengan melibatkan berbagai pihak.

Pasangan induk elang Jawa koleksi TMII sebelumnya telah berhasil bertelur mulai tahun 2014. Upaya penetasan pada tahun 2014 sampai 2020 dilakukan dengan pengeraman secara alami oleh induk.

Namun, semua telurnya tidak berhasil menetas. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, maka pada tahun 2021 proses pengeraman dilakukan dengan bantuan mesin tetas. Selama 23 hari pengeraman (6 hingga 29 Mei 2021) telah berhasil menetas satu ekor anak Elang Jawa dengan berat 53 gram. Sampai dengan 11 Juni 2021, umurnya mencapai 14 hari dan dalam kondisi sehat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar