Yamaha

Catat! Siapkan 5 Dokumen Ini untuk Membuat Kartu Kuning untuk Pencari Kerja

  Minggu, 13 Juni 2021   Aini Tartinia
Catat! Siapkan 5 Dokumen Ini untuk Membuat Kartu Kuning untuk Pencari Kerja (ilustrasi)/ayobogor/husnul khatimah

TEBET, AYOJAKARTA -- Para pencari kerja selalu memerlukan kartu tanda pencari kerja atau lebih dikenal dengan sebutan Kartu Kuning. Dokumen tersebut dibutuhkan sebagai salah satu syarat bagi para pencari kerja untuk melamar kerja.

Selain itu, Kartu Kuning disebut dengan kartu AK1, yang mana kartu ini dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), yang dibuat untuk pendataan para pencari kerja.

Sebagai tanda bagi para pencari kerja, Kartu Kuning mencakup informasi pemilik kartu di antaranya yaitu, Nomor Pendaftaran Pencari Kerja, Nomor Induk kependudukan (NIK), KTP, data diri, data kelulusan, hingga gelar pelamar.

Sebagai pencari kerja, perlu memahami pengurusan dan pembuatan Kartu Kuning terlebih dahulu. Kamu harus mengetahui dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk membuat kartu kuning.

Dilansir Ayojakarta dari Instagram resmi @indonesiabaik.id, berikut ini dokumen yang harus disiapkan sebagai syarat pengurusan Kartu Kuning:

1. Fotokopi ijazah terakhir yang telah dilegalisasi;

2. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM);

3. Fotokopi Akta Kelahiran;

4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK);

5. 2 lembar pas foto berwarna ukuran 3x4 (latar belakang warna merah). Nah sebagai informasi, bawalah Ijazah, KTP, dan SIM asli untuk berjaga-jaga, ya.

Seperti diketahui, di dalam Kartu Kuning tercantum informasi dari pemilik kartu tersebut. Maka, berikut ini adalah beberapa ketentuan terkait kartu kuning:

1. Berlaku nasional;

2. Apabila ada perubahan data atau keterangan lainnya, dan atau telah mendapat pekerjaan, diharapkan segera melapor;

3. Apabila pencari kerja yang bersangkutan telah diterima bekerja, maka Instansi/Perusahaan yang menerima agar mengembalikan AK1 ke Dinas Tenaga Kerja setempat;

4. Kartu ini berlaku selama 2 tahun dengan keharusan melapor setiap 6 bulan sekali bagi pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar