Yamaha

Ditarget Emas Olimpiade, Kevin/Marcus Fokus Jaga Mental dan Tekanan

  Jumat, 18 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Kevin Sanjaya dan Markus Gideon / dok. PBSI

TEBET, AYOJAKARTA -- Ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menutup Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 dengan sebuah kemenangan.

Mereka berhasil menyudahi perlawanan atas juara Spain Masters 2021, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Laga yang berlangsung di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur hari Kamis (17/6) petang itu dituntaskan The Minions lewat rubber game 18-21, 21-14, 21-16.

"Hari ini lawan bermain cukup bagus ya, di gim pertama kami kalah start dan mereka lebih nothing to lose mainnya. Kami juga masih mencari-cari pola permainan sedangkan mereka bisa langsung in," kata Kevin usai pertandingan, seperti dilansir dari Humas PP PBSI, Jumat 18 Juni 2021.

Hal serupa juga dikatakan Marcus, yang mengaku kaget junior mereka bermain cepat sejak awal pertandingan. Untungnya, kata Marcus, dia dan Kevin dapat menyesuaikan. 

Ditargetkan meraih medali emas Olimpiade menjadi beban tersendiri bagi Marcus/Kevin, tapi mereka memiliki cara sendiri untuk meredamnya. Menurut Marcus, faktor paling penting yaitu menjaga mental dan tekanan, serta menjaga kontrol emosi.

"Kami ditarget emas tapi tidak ada yang jamin bisa dapat kan? Jadi sebisa mungkin dijaga hatinya agar tidak menggebu-gebu pengen, nanti takutnya malah kepikiran dan kalah," pungkas Marcus.

Sepinya turnamen internasional turut dirasakan oleh juara All England 2017 dan 2018 itu. Namun, dengan berlatih konsisten dan selalu maksimal, membuat keduanya dapat beradaptasi dengan pola permainan Pramudya/Yeremia. 

Marcus/Kevin mengatakan bahwa mereka ingin terus mematangkan pola permainan yang belum mencapai level maksimal. Kevin mengatakan mereka belum 100% puas.

"Masih banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi, pola permainan juga belum nemu banget. Ya lebih ke teknis," ujar Kevin yang sudah menjalani dua kali vaksin usai terpapar Covid-19 bulan Desember 2020 lalu.

Dengan selesainya simulasi, maka tim Indonesia akan segera merampungkan program latihan selama kurang lebih dua minggu sebelum bertolak ke Kumamoto, Jepang, pada tanggal 8-18 Juli untuk aklimatisasi.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar