Yamaha

Klaster Mudik dan Perkantoran Sumbang Kasus Terbanyak Akibat Naiknya Covid-19 di Jakarta

  Jumat, 18 Juni 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa wilayahnya mempunyai 4.144 kasus positif per 17 Juni 2021. Jumlah tersebut dihasilkan dari 23.913 spesimen tes PCR, dengan diagnosis 4.144 positif dan 12.355 negatif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, kasus sebanyak 4.144 itu mendekati angka tertinggi yang pernah terjadi di DKI pada 7 Februari 2021, dimana saat itu mencapai 4.213 kasus dalam sehari

Dwi membeberkan asal dari kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Jakarta. Setidaknya, dia menyebut dua klaster utama penyumbang kasus di ibu kota, yaitu klaster mudik dan klaster perkantoran.

Untuk klaster mudik, 21 Mei - 17 Juni, terdapat sebanyak 1.172 klaster dengan total 2.458 kasus positif. Untuk klaster perkantoran seminggu terakhir mengalami kenaikan dari 64 kasus menjadi 227 kasus positif.

"Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, keluar rumah jika benar-benar penting, untuk sama-sama mencegah kenaikan kasus ke depannya," kata dia dilansir dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Jumat 18 Juni 2021

Dwi juga mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada terhadap mutasi virus baru yang lebih mudah menular dan menimbulkan gejala yang lebih berat. DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing / WGS, yang mana Dinkes DKI Jakarta sudah mengirim 980 total keseluruhan sampel terduga mutasi virus.

Dari jumlah tersebut, kata dia, 289 dinyatakan bukan merupakan Variant of Concern (VoC), 33 merupakan VoC, 438 masih menunggu hasil, 216 dinyatakan negatif COVID-19, 3 hasil WGS tidak dapat dianalisa, dan 1 invalid.

"Kami sudah menerima data 33 VoC dari Kemenkes. Dari data tersebut, kami identifikasi bahwa 25 kasus berasal dari orang yang habis perjalanan luar negeri, 3 kasus transmisi lokal di luar Jakarta karena bukan domisili Jakarta hanya saja melakukan pemeriksaan di Jakarta. Lalu, ada 5 kasus yang transmisi lokal di Jakarta dan kelimanya varian Delta. Adapun rincian 33 VoC tersebut, yakni 12 varian Alpha (B.117), 3 varian Beta (B.1.351), 18 varian Delta (B.1617.2)," jelasnya.

Dwi menjelaskan, pada setiap VoC, pihaknya langsung mengidentifikasi apakah itu kasus impor atau transmisi lokal. Jika transmisi lokal, Dinkes akan melakukan tracing secara massive di komunitas masyarakat dan tempat kerja.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung di Jakarta. Sejak 9 Juni 2021, Pemprov DKI Jakarta melakukan percepatan vaksinasi, yang mana warga berusia di atas 18 tahun juga sudah dapat divaksin.

Warga yang ber-KTP DKI Jakarta maupun yang bekerja/bersekolah dan berdomisili DKI Jakarta, dapat mendaftar vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id, untuk menghindari antrean panjang di fasilitas kesehatan.

Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.133.277 orang (103,01%) dan total dosis 2 kini mencapai 1.875.241 orang (62,16%). Sedangkan, untuk Vaksinasi Gotong Royong dosis 1 total di Jakarta saat ini sebanyak 44.273 orang dan dosis 2 total sebanyak 6.902 orang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar