Yamaha

Cerita Ismed Sofyan dan Momen Terbaiknya Bersama Persija

  Selasa, 20 Juli 2021   Fichri Hakiim
Persija / dok. Persija

TEBET, AYOJAKARTA -- Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan membagi kisah dan momen terbaiknya selama 18 tahun membela sang Macan Kemayoran. Menurutnya, momen terindah yang membekas di hati yakni pada musim 2018.

Saat itu, Persija berhasil membawa pulang Piala Liga 1 ke Jakarta. Dari total 34 pertandingan, Persija meraih 18 kemenangan, 8 hasil imbang, dan menelan 8 kekalahan.

Tak hanya itu, Ismed Sofyan dan kawan-kawan mencatatkan hasil positif selalu meraih poin di 5 pertandingan terakhir Liga 1 2018.

"Dari awal kompetisi kami sudah di papan atas, kalau tidak di peringkat kedua, ya, peringkat ketiga," kata Ismed dikutip dari laman resmi Persija, Selasa 20 Juli 2021. 

Sejak bergabung pada tahun 2002, Ismed Sofyan telah memberikan beberapa piala untuk Persija Jakarta. Pemain yang berposisi bek kanan itu menjadi bagian tim kala meraih trofi Liga 1 2018 dan Piala Presiden 2018.

Musim 2018 diakui Ismed menjadi salah satu momen terbaiknya bersama Macan Kemayoran. Pasalnya, Persija telah menunjukkan performa baik sejak awal hingga akhirnya menjadi juara di akhir kompetisi.

"Saat itu, kondisi tim sangat solid. Kebersamaan antar pemain sangat terasa, tidak pernah berjarak," tuturnya.

Ismed juga menuturkan kenangan indah lainnya bersama Persija Jakarta. Menurutnya, pada tahun 2005 saat Persija mencapai final Divisi Utama dan partai puncak Piala Indonesia, menjadi kenangan manis bagi dirinya. Sayangnya, Persija gagal meraih trofi dalam dua kompetisi itu.

Meski gagal meraih trofi pada 2 kompetisi itu, namun Ismed menjadikan pertandingan tersebut sebagai kenangan manis.

Dalam final Divisi Utama, Persija kalah dari Persipura Jayapura dengan skor 2-3. Sementara itu, di final Piala Indonesia, Persija takluk 3-4 dari Arema Malang.

"Sebenarnya itu musim yang pahit karena kami punya kans juara di dua kompetisi yang finalnya dimainkan di Jakarta. Namun sayang gagal juara. Suasana tim saat itu sangat nyaman, baik di dalam maupun di luar lapangan. Meski gagal, setelah itu kami belajar dan semakin kompak sebagai sebuah tim," katanya. 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar