Yamaha

Pesan Dokter Reisa untuk Masyarakat di Tengah PPKM Level 4

  Kamis, 22 Juli 2021   Firda Puri Agustine
Dokter Reisa Broto Asmoro / dok. Satgas Covid-19

TEBET, AYOJAKARTA - Masyarakat punya peran besar dalam situasi pandemi Covid-19, apalagi di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang terjadi pada beberapa wilayah saat ini. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa ada tiga langkah yang bisa dilakukan masyarakat jika ingin keluar dari situasi sekarang. 

Pertama, lindungi diri dan jangan menjadi kasus baru. Praktekkan dengan disiplin ketat semua protokol kesehatan secara bersama-sama. 

“Pakai masker dobel, jaga jarak dengan tetap di rumah, cuci tangan sesering mungkin,” ujar dr Reisa dalam keterangannya, seperti dikutip laman resmi Satgas Covid-19, Kamis 22 Juli 2021. 

Selanjutnya, kurangi keluar rumah atau turunkan mobilitas serta jauhi kerumunan. Hal ini karena pembawa virus adalah manusia, maka semakin banyak manusia berkumpul di satu tempat, semakin besar kemungkinan virus menyebar.

Kedua, apabila terkonfirmasi positif tidak perlu panik dan berebut ruang ICU di rumah sakit. Laporkan ke Puskesmas atau Satgas setempat apabila gejala ringan. Masyarakat juga bisa gunakan telemedis dan tunggu bantuan datang.

“Ingat anda tidak sendirian, kita akan saling membantu, dirawat di rumah sakit atau tidak adalah keputusan dokter,” katanya.

Lebih jauh dr Reisa juga mengingatkan, apabila seseorang harus menjalani isolasi mandiri, maka rajinlah mengukur saturasi oksigen, suhu tubuh, dan tensi darah.

"Tetap berkonsultasi dengan dokter dan keluarga lewat saluran virtual jangan putus komunikasi. Apabila terjadi pemburukan kondisi badan, komunikasi yang rutin akan memastikan bantuan akan cepat datang dan anda akan tertolong dengan segera," ujarnya.

Ketiga, lanjut dr Reisa, apabila kontak erat, laporkan diri segera ke Puskesmas untuk dites, berani, dan bertanggung jawab. Ketahui dengan pasti kondisi tubuh agar tidak menjadi sumber penularan yang tak diduga orang lain.

"Apabila negatif bisa membantu tim lacak atau tim tracing memastikan aman dari penularan," katanya.

Menurut dr Reisa, langkah pertama akan berkontribusi mengurangi jumlah konfirmasi dan mengurangi angka kematian, menurunkan laju penularan secara drastis. Langkah kedua akan menurunkan beban rumah sakit, bed occupancy ratio (BOR) dan meningkatkan angka kesembuhan.

Sementara langkah ketiga membantu kabupaten dan kota mencapai target testing dan tracing yang diamanatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. Kombinasi ketiganya membantu kabupaten dan kota keluar dari PPKM level 4. 

“Percayalah kita bisa, Indonesia, pasti bisa! Semoga Tuhan melindungi dan memberkati bangsa Indonesia,” katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar